Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Setelah 56 Hari Dirawat, Rehan Putra Siswa Kelas 2 SMP Korban Peluru Nyasar Akhirnya Hembuskan Nafas Terakhir.

Rehan Putra Pratama, lahir pada 7 Desember 2011, menjadi korban dalam peristiwa bentrokan antar kelompok

Indonesiasurya
Senin, 05 Januari 2026 | 09:40:45 WIB
Foto

Makasar —

Rehan Putra Pratama (14) Korban Peluru Nyasar yang menghembuskan nafas terkahir setelah 56 hari dirawat merupakan remaja belia yang merupakan siswa kelas 2 SMP

Duka mendalam menyelimuti keluarga Rehan Putra Pratama (14), seorang anak yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 56 hari di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Rehan mengembuskan napas terakhirnya tidak lama setelah dinyatakan keluar dari rumah sakit, akibat luka serius yang dideritanya karena insiden peluru nyasar.

Rehan Putra Pratama, lahir pada 7 Desember 2011, menjadi korban dalam peristiwa bentrokan antar kelompok Sapiria dan Borta.

Dalam kejadian tersebut, sebuah peluru nyasar mengenai bagian kepala Rehan, menyebabkan luka berat yang mengharuskannya mendapatkan penanganan medis intensif dalam jangka waktu panjang.
Peristiwa tragis itu bermula ketika Rehan hendak menuju rumah neneknya untuk mengambil tugas sekolah.

Ia berniat mengikuti ujian semester, namun tanpa disadari melewati lokasi bentrokan antar kelompok. Tidak lama berselang, Rehan tertembak dan terjatuh di lokasi kejadian.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Daya untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena keterbatasan fasilitas dan peralatan medis, Rehan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk penanganan lanjutan.

Selama 56 hari menjalani perawatan di RSUP Wahidin, Rehan sempat menjalani tindakan operasi. Total biaya perawatan yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp70 juta. Di tengah masa perawatan tersebut, Owner Lin Lin juga diketahui sempat menjenguk Rehan di rumah sakit sebagai bentuk kepedulian.

Semasa hidupnya, Rehan dikenal sebagai sosok anak yang baik, santun, dan berprestasi. Ia pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri Cambayya 1 dan melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 37 Makassar. Saat peristiwa terjadi, Rehan tercatat sebagai siswa kelas VIII A.

Kepergian Rehan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta lingkungan sekolah. Dengan penuh haru, kedua orang tua almarhum memohon kepada seluruh masyarakat agar berkenan mendoakan putra tercinta mereka.

“Kami hanya memohon doa dari semua pihak agar anak kami diberikan ketenangan di alam kubur dan dilapangkan kuburannya,” ungkap orang tua Rehan dengan suara lirih.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat keras akan dampak serius konflik dan kekerasan di tengah masyarakat. Selain mengganggu rasa aman, bentrokan tersebut juga merenggut masa depan generasi muda yang sama sekali tidak terlibat dan tidak bersalah.sumber ; lintasmakasar


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bupati Kanis Dorong Peremajaan Jambu Mete, Lembata Kejar Investasi 2 Ribu Hektar

Rapat koordinasi yang dihadiri para penyuluh pertanian, Kepala Bappelitbangda, serta Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan

| Senin, 31 Agustus 2026
Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan Rp700 Juta untuk Korban Gempa NTT

Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah di seluruh Bali yang de

| Senin, 31 Agustus 2026
Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terha

| Minggu, 30 Agustus 2026
KISRUH UMRAH JOMBANG! Travel Bantah Keras Tuduhan, Sebut Tiket Sudah Disiapkan

PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan: tiket telah disiapkan, pihak travel telah berada di bandara, dan perusahaan meny

| Minggu, 30 Agustus 2026
Bupati Lembata Serahkan SK Kepala Sekolah dan Guru, Tegaskan Jabatan Bukan Akhir Pengabdian

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Akhiri Ketidakpastian Pengukuran Tanah, BPN Lembata Luncurkan Sistem FIFO Terjadwal

Pengukuran bidang tanah, yang menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan data pertanahan, kini dikelola berda

| Jumat, 28 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6