LEWOLEBA, INDONESIASURYA.COM- Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata resmi membuka bimbingan teknis penerapan pembelajaran STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) bagi para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se‑kabupaten.
Kegiatan yang digelar pada (29/10/2026) ini menghadirkan narasumber dari Bandung untuk berbagi wawasan dan praktik terbaik kepada peserta.
Dalam sambutan pembukaan, kepala dinas pendidikan Wensalus Ose menyampaikan bahwa masa usia dini adalah masa pertumbuhan pesat anak dari sisi kognitif, bahasa, sosial‑emosional, fisik‑motorik, dan kreativitas.
Pembelajaran PAUD harus disusun agar menyenangkan, bermakna, dan sesuai tahap perkembangan anak.
“STEM untuk PAUD bukan memaksa anak belajar seperti siswa sekolah tinggi, melainkan mengajak mereka mengamati, bertanya, mencoba, bereksperimen, dan memecahkan masalah melalui bermain,” ujarnya.
Ia menegaskan penerapan STEM tidak memerlukan peralatan mahal. Guru dapat memanfaatkan kekayaan alam dan budaya lokal Lembata seperti batu, pasir, air, daun, dan biji‑bijian sebagai media eksplorasi, selama tetap memperhatikan keamanan anak.
Para guru berperan sebagai fasilitator, bukan hanya penyampai informasi, yaitu dengan memberikan pertanyaan pemantik dan kesempatan bagi anak untuk menemukan gagasan sendiri. Diharapkan setelah mengikuti bimtek ini, para guru mampu membuat kegiatan bermain berbasis STEM yang kreatif, inovatif, dan berpusat pada anak.
“Kita sedang menyiapkan generasi Lembata yang memiliki rasa ingin tahu, kemampuan berpikir, kreativitas, dan karakter baik untuk menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Kepala dinas juga mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan fasilitator yang datang jauh dari Bandung, serta mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh‑sungguh guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di wilayah Lembata.