Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangkan sektor usaha dan pinjaman darurat skala kecil bagi anggotanya.

Indonesiasurya
Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:13:44 WIB
Foto

LEWOLEBA — Koperasi Perempuan Purna Migran Indonesia (KOPPMI) Kabupaten Lembata tengah memperkuat tata kelola dan strategi pemasaran berkat pendampingan intensif tenaga ahli dari PUM Netherlands Senior Experts (Belanda), Annemieke Rijke. Kegiatan pendampingan berlangsung sejak 17 hingga 27 Oktober 2026, didukung tim Yayasan Keehatan untuk Semua (YKS) selaku lembaga pengelola program.

 

Selama kunjungannya, Annemieke Rijke mengadakan diskusi mendalam bersama pengurus dan pengawas KOPPMI, serta turun langsung ke sejumlah desa untuk memantau kelompok usaha perempuan mantan pekerja migran. Fokus utama pendampingan adalah penguatan tata kelola keuangan internal, terutama pengelolaan program simpan‑pinjam koperasi.

 

Ahli PUM itu menegaskan prinsip dasar pengelolaan pinjaman koperasi: “Pinjaman harus mengikuti usaha, bukan sebaliknya.” Berdasarkan rekomendasi tersebut, pengurus KOPPMI sepakat untuk menghentikan sementara pemberian pinjaman baru guna membenahi aturan penagihan dan pengawasan pinjaman yang sudah berjalan.

 

Beberapa aturan baru yang disiapkan meliputi prinsip empat mata, tanggung jawab kelompok secara renteng bagi anggota yang menunggak angsuran, serta kewajiban menyusun rencana usaha sebelum mengajukan pinjaman baru. Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangkan sektor usaha dan pinjaman darurat skala kecil bagi anggotanya.

 

Di bidang pemasaran, KOPPMI memiliki potensi besar dengan 10 dari 15 kelompok dampingan bergerak di bidang olahan pangan lokal seperti keripik pisang, keripik pepaya, stik dan camilan jagung, serta produk tenun ikat khas Lembata dan kopi bubuk. Selama ini setiap kelompok masih berjalan secara terpisah dengan kemasan dan jalur penjualan masing‑masing, sehingga sulit memenuhi permintaan grosir yang membutuhkan pasokan stabil dan mutu seragam.

 

PUM Belanda mengusulkan strategi pemasaran dengan satu merek payung. Skema ini tetap mempertahankan nama merek lokal unggulan setiap kelompok, namun ditambah label identitas bersama “Produk KOPPMI Lembata‑Dibuat oleh Perempuan Purna Migran”. KOPPMI juga akan menggunakan nomor WhatsApp Business terpusat sebagai pintu pesanan utama, serta memaksimalkan penyebaran informasi produk melalui jaringan anggota secara organik.

 

Sebagai hasil pendampingan, tim manajemen koperasi telah menyusun draf Pedoman Operasional yang memisahkan pengelolaan dana simpanan anggota, pendapatan usaha, dan dana bantuan mitra. Pengurus juga diarahkan untuk mengurus sertifikasi halal bagi produk pangan melalui program Sehati.

 

Dalam rencana aksi enam bulan ke depan, KOPPMI akan menyelaraskan kembali aturan dasar koperasi bersama Dinas Koperasi Kabupaten Lembata, menetapkan peraturan simpan‑pinjam yang baru, menyelesaikan desain label payung, dan menjadwalkan Rapat Anggota Tahunan secara tepat waktu.

 

Yayasan Keehatan untuk Semua menyambut baik seluruh masukan dari tenaga ahli PUM Belanda. Kolaborasi antara YKS, pengurus KOPPMI, dan jaringan Desa Peduli Buruh Migran diharapkan dapat mendorong produk usaha perempuan purna migran Lembata berkembang dari pasar desa hingga bersaing di tingkat provinsi dan nasional.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengala

| Rabu, 28 Oktober 2026
Orang Tua Siswa Ungkap Kekhawatiran atas Kualitas MBG di SMPK Sint Gabriel

Suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak berubah tegang ketika sembilan siswa harus dilarikan ke Klinik Susteran Tab

| Rabu, 28 Oktober 2026
Semarakkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, MKKS SMP Atadei Gelar PORSSENI 2026

Sekretaris MKKS SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan PORSSENI bukan sekadar ajang kompetisi rutin

| Selasa, 27 Oktober 2026
GMNI Sikka Luncurkan Kajian Kritis: APBD Sikka 2026 Alat Birokrasi, Bukan Kesejahteraan Rakyat

Komposisi PAD juga dinilai timpang — didominasi retribusi dan pajak yang membebani masyarakat, sementara pengelolaan k

| Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Lembata Perjuangkan Perluasan Akses Listrik Desa dalam Rakor Pemerintah se-NTT

Bupati Kanis Tuaq menegaskan, koordinasi lintas pemerintah diperlukan agar usulan program listrik pedesaan dapat diselar

| Selasa, 27 Oktober 2026
APBD Perubahan Lembata 2026 Resmi Diundangkan, Bupati Tekankan Percepatan Program dan Efisiensi Belanja

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, yang mengikuti proses tersebut secara virtual dari Kupang, menyampaikan syukur atas ber

| Selasa, 27 Oktober 2026
PBVSI Cup I Lembata 2026 Resmi Dibuka: Bukan Sekadar Juara, Lahirkan Atlet Berkarakter

Prestasi Tidak Datang Secara Kebetulan Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan: prestasi lahir dari disiplin, latihan k

| Senin, 26 Oktober 2026
ETMC XXXV Flotim 2026 Kembali ke Jalur, Kick Off 14 November

Kepastian ini disambut sukacita oleh seluruh pecinta sepak bola di Flores Timur. Semangat "El Tari" yang selalu menjadi

| Senin, 26 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4