Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengalami sakit perut.

Indonesiasurya
Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:18:43 WIB
Ilustrasi

LARANTUKA – Diduga Makanan Bergizi Gratis (MBG) basi, sejumlah siswa di SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka memilih tidak mengonsumsi jatah makanan tersebut. Alasannya, sayur yang disajikan terasa asam dan rusak.


"Kami tidak makan mama, sayurnya basi. Sehingga kami memilih untuk tidak makan, biar kami pulang dan makan di rumah saja. Kalau kami makan takut besoknya sakit perut seperti teman lain yang sakit dan tidak masuk sekolah," ujar seorang siswi St Gabriel kepada orang tuanya saat pulang sekolah, Selasa (27/10/2026).


Kekhawatiran siswa tersebut muncul bersamaan dengan berkembangnya informasi sembilan siswa SMPK Swasta St. Gabriel yang harus diantar ke Klinik Tabali karena mengeluh sakit perut usai diduga menyantap MBG.


Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengalami sakit perut.


"Kami sudah menyampaikan bahwa memang benar ada sembilan anak yang sakit perut dan kami dari pihak sekolah sudah mengantarnya ke Klinik Tabali dan dari pihak klinik menyampaikan bahwa itu sakit perut biasa," jelas Sr. Fabiana saat ditemui awak media, Selasa (27/10/2026).


Meski demikian, Sr. Fabiana menegaskan peristiwa ini belum dapat dikategorikan sebagai keracunan MBG.


"Saya meluruskan ya, belum bisa dikatakan ini keracunan. Pertama saya dengar dari orang tua wali ya. Orang tua wali yang menyampaikan bahwa anaknya sakit perut. Lalu kami pihak sekolah mengambil tindakan untuk yang sakit itu diantar ke Klinik Tabali untuk bisa ditangani," ungkapnya.


Ia menjelaskan, informasi awal justru datang dari laporan orang tua wali murid, bukan temuan di lingkungan sekolah. Untuk memastikan penyebabnya, pihak sekolah menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur.


"Tetapi untuk persoalan ini ya kami serahkan kepada pihak Dinkes yang selanjutnya memeriksa kembali sampelnya," kata Sr. Fabiana.


*Siswa Takut, Sisa MBG Capai 2 Ember*


Dampak dari isu dugaan keracunan tersebut langsung terasa. Pantauan media di sekolah tersebut pada Selasa siang, banyak siswa memilih tidak mengambil jatah MBG. Dari total 400 siswa, hanya sekitar 30 persen yang masih mengonsumsi MBG pada hari itu.


Akibatnya, sisa makanan menumpuk. Seorang guru menyebutkan biasanya hanya tersisa kulit pisang, namun kali ini sisa makanan mencapai hampir dua ember.


"Makanan sisa banyak sekali. Biasanya hanya kulit pisang yang tersisa. Tapi kali ini makanan sisa bisa capai 2 ember makanan sisa," ungkapnya.


"Ini yang lain itu takut, karena dengar informasi keracunan toh, jadi tidak datang ambil jatahnya. Jadi makanan sisa banyak sekali," pungkasnya.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangk

| Rabu, 28 Oktober 2026
Orang Tua Siswa Ungkap Kekhawatiran atas Kualitas MBG di SMPK Sint Gabriel

Suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak berubah tegang ketika sembilan siswa harus dilarikan ke Klinik Susteran Tab

| Rabu, 28 Oktober 2026
Semarakkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, MKKS SMP Atadei Gelar PORSSENI 2026

Sekretaris MKKS SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan PORSSENI bukan sekadar ajang kompetisi rutin

| Selasa, 27 Oktober 2026
GMNI Sikka Luncurkan Kajian Kritis: APBD Sikka 2026 Alat Birokrasi, Bukan Kesejahteraan Rakyat

Komposisi PAD juga dinilai timpang — didominasi retribusi dan pajak yang membebani masyarakat, sementara pengelolaan k

| Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Lembata Perjuangkan Perluasan Akses Listrik Desa dalam Rakor Pemerintah se-NTT

Bupati Kanis Tuaq menegaskan, koordinasi lintas pemerintah diperlukan agar usulan program listrik pedesaan dapat diselar

| Selasa, 27 Oktober 2026
APBD Perubahan Lembata 2026 Resmi Diundangkan, Bupati Tekankan Percepatan Program dan Efisiensi Belanja

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, yang mengikuti proses tersebut secara virtual dari Kupang, menyampaikan syukur atas ber

| Selasa, 27 Oktober 2026
PBVSI Cup I Lembata 2026 Resmi Dibuka: Bukan Sekadar Juara, Lahirkan Atlet Berkarakter

Prestasi Tidak Datang Secara Kebetulan Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan: prestasi lahir dari disiplin, latihan k

| Senin, 26 Oktober 2026
ETMC XXXV Flotim 2026 Kembali ke Jalur, Kick Off 14 November

Kepastian ini disambut sukacita oleh seluruh pecinta sepak bola di Flores Timur. Semangat "El Tari" yang selalu menjadi

| Senin, 26 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8