Atadei - Dugaan adanya sejumlah proyek mangkrak di desa Nuba Atalojo kecamatan Atadei, kabupaten Lembata, provinsi NTT jadi sorotan publik, banyak kalangan berharap agar inspektorat melakukan audit investigasi guna meminimalisir saling curiga antar masyarakat dan semua dugaan bisa dibuka terang benderang.
Pantauan media ini, ada sekolah yang belum tuntas dikerjakan, ada dua bak air yang, selesai dibangun belum dapat dimanfaatkan, ada program air bersih yang belum rampung, ada program ternak babi yang juga belum tuntas dan hal lainnya.
Dan hingga kini pihak pemerintah kecamatan belum juga mengambil langkah tegas. Ada apa?
Camat Atadei dihubungi media ini melalui sambungan whatsup (wa) menjelaskan, tidak benar jika ada informasi menyebutkan pihak kecamatan melindungi aparat desa ataupun pihak tertentu di desa dalam kaitan dengan anggaran
Marianus Demoor menulis, Sejumlah Informasi kaitan dengan anggaran belanja di lindungi oleh pihak kecamatan merupakan informasi yang tidak benar. Informasi secara sepihak tanpa ada konfirmasi lebih lanjut dengan pihak kecamatan, pengelolaan maupun transaksi anggaran untuk semua desa tidak ada intervensi dari pemerintah kecamatan, pengelolaan keuangan desa secara otonom tanpa adanya intervensi dari pihak manapun termasuk pemerintah kecamatan tulis camat.
Penelusuran media ini di desa Nuba Atalojo, menemukan adanya dugaan perbuatan Melawan Hukum.
Warga yang enggan namanya dipublikasi kepada media ini menjelaskan, ada beberapa kejadian berulang dan merugikan desa serta masyarakat
Kami masyarakat merasa ada yang tidak beres tapi kami bisa apa? Kami tidak tahu harus buat apa? Yang kami tahu gedung paud tidak selesai dibangun, ada dua bak air yang setelah dibangun belum bisa digunakan hingga kini, dan lainya.
Kami minta pihak kecamatan melakukan evaluasi terhadap kinerja aparat, karena ada perbuatan yang berulang dan merugikan. Pihak Kecamatan belum mengevaluasi aparatur tapi mengapa membenahi dokumen? Ada apa?
Kalau pihak kecamatan melakukan pembenahan terhadap administrasi, padahal secara ril di lapangan program kerja tidak tuntas meski anggarannya 100% terbayar mengindikasi ada sesuatu yang perlu di audit oleh inspektorat
Masyarakat menduga ada perbuatan melawan hukum, bahkan diduga ada upaya menghilangan jejak dugaan penyalahgunaan anggaran desa.
"Kami minta inspektorat untuk melakukan audit agar kami bisa tahu secara jelas apakah ada korupsi atau tidak di desa kami. Kalau pemerintah kabupaten tidak melakukan maka kami akan saling curiga terus" ujar sumber media ini.