Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Dinas Kesehatan Lembata Sebut Tidak Jelas Dan Kabur Angka 85% Usia Sekolah Di Lembata Seks Bebas, DPRD Minta KPAD Lembata Minta Maaf.

Kami dari dinas pernah turun ke 18 SMA sederajat dengan sampel, 584 anak juga pada 6 SMP dengan sampel 197 anak jadi total 771 anak dan itupun kami lakukan. Tahun 2023 jelas Geril.

Indonesiasurya
Selasa, 04 November 2025 | 23:47:16 WIB
Foto

Indonesiasurya.com, Lembata - Rapat dengar pendapat yang diselenggarakan DPRD Lembata beberapa waktu lalu bersama pihak-pihak terkait soal pernyataan KPAD tentang 85% anak usia sekolah di Lembata seks bebas digelar,

Pada kesempatan tersebut KPAD Tidak mampu sajikan Data valid. Soal angka yang disebut. Lantas mengapa KPAD Mempublikasi informasi tanpa dukungan Data yang jelas?

Banyak pihak bertanya ada apa di balik maksud KPAD menyebarkan informasi bahwa 85% anak usia sekolah di Lembata seks bebas? Mungkinkan ada motif terselubung?

Ataukah ada niat membuat buruk wajah Lembata atau KPAD ingin agar orang takut datang ke Lembata?

Pada RDP yang digelar pada 29/11/2025 tersebut DPRD ingin mengetahui apa motif Sekretaris KPAD  menyampaikan informasi mengenai 85% anak usia sekolah di Lembata AKTIF melakukan hubungan seksual? Tanya Fransiskus Namang.

Namang yang bertindak sebagai pimpinan rapat mempertanyakan atas dasar  temuan data dari mana?  Dan Kalau benar KPAD Lembata men survey ke 16 sekolah mana jumlah populasi dan teknik penarikan sample  sehingga disimpulkan 85%.

Klaim tanpa  data dan fakta yang valid dan kredible bisa membuat luka batin bagi generasi muda Lembata yang dituduh.
Anggota Fraksi Golkar ini mengatakan, Mestinya KPAD perlu juga belajar cara bicara yang baik dan benar di depan publik terlebih sekretaris KPAD, harus  bisa pisahkan peran sebagai personal atau individu dan dan sekretaris KPAD yang harus akuntabel jika berurusan dengan komunikasi publik. Jangan sampai ketika publik marah dan sakit hati baru minta maaf. Dimana nuraninya?.

Sementara itu, Dokter Geril Huar Noning kepala dinas kesehatan kabupaten Lembata kepada indonesiasurya.com menegaskan bahwa Vct tidak bisa dijadikan Data rujukan yang menerangkan bahwa 85% anak usia sekolah seks bebas.
Vct itu sukarela dan tidak bisa di jadikan data. Karena itu Konseling dan testing tidak bisa dijadikan sebagai hasil yang pasti karena harus butuh pendalaman lagi sebab itulah kami katakan bahwa, Metode yang digunakan KPAD tidak jelas dan kabur.

Jika valid KPAD mestinya bisa menjelaskan pada RDP dengan DPRD Lembata, misalnya soal jumlah, Berapa banyak siswa perempuan atau laki-laki. Mereka Kelas berapa dan lain sebagainya.

Kami dari dinas pernah turun ke 18 SMA sederajat dengan sampel, 584 anak juga pada 6 SMP dengan sampel 197 anak jadi total 771 anak dan itupun kami lakukan. Tahun 2023 jelas Geril.

Lanjut Kadis kesehatan bahwa, dari hasil lapangan dinas Ditemukan ada siswa terkena spilis dan go sebanyak 15 anak atau 2.6% pelajar SMA sederajat.

Lalu siswa SMP 1 juga ditemukan satu kasus dengan prosentase, 0.1%. jadi total keseluruhan anak usia dini yang terkena penyakit kelamin adalah, 3.1% dan tentu tidak bisa disebut 85% anak Lembata seks bebas.

Sementara data HIV Aids 2015 -2024  terdapat 334 kasus dimana angka ini tercatat dalam data SIHA dan para penderita ini sedang aktif berobat  dan Data terbaru Oktober  2025 terdapat 27 jadi secara keseluruhan ada 361 kasus dari 4621 orang yang telah di skrining jelas Huar Noning..

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Sebastianus Muri meminta agar KPAD Untuk segera lakukan klarifikasi dan minta maaf.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Warga Lamaau Kesulitan Air Bersih, Pemda Lembata dan PT Cendana Indopearls Distribusi 15.000 Liter Air

Penyaluran dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata sebagai bagian dari upaya tanggap darura

| Sabtu, 18 April 2026
Dalam Diam Fraksi Partai Golkar Bantu Fasilitasi Perbaikan Dermaga Waijarang Lembata

Perbaikan dermaga di Lembata akan kami mulai bulan Mei, saat ini pada tahap perencanaan dan pengadaan,” ujar Mekeng m

| Sabtu, 18 April 2026
Solusi Pasar Jagung, Pemda Beli Jagung Tongkol, Harga Dijamin, Pembayaran Tunai

Kebijakan ini memberi kelonggaran bagi petani yang selama ini kesulitan memenuhi standar kadar air rendah akibat keterba

| Sabtu, 18 April 2026
Aksi KMI Jilid I di KPK, Tuduh Kadinkes Madina Jadi “Penagih Uang Keamanan”

Dugaan kuat bahwa saudara Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal menjadi king maker sekaligus penagih berkedok uang kea

| Sabtu, 18 April 2026
Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Jadi Agen BRI Link, Ama Sayang Akui Manfaat Positif Dan Keuntungan Ekonomi

selama melayani para pengguna jasa agen BRILink tidak pernah mendapatkan keluhan dan para pengguna jasa mengakui kecepat

| Jumat, 17 April 2026
Didukung IDEP, Barakat Gelar Workshop "Muro Moel Wutun" Libatkan Pemangku Adat Belen Raya Lewuhala.

Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara pengetahuan lokal dan kajian ilmiah terkait praktik Muro sebagai kearifan l

| Jumat, 17 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6