Hujan deras yang mengguyur Kota Kupang selama beberapa jam menyebabkan genangan air di berbagai ruas jalan utama.
Pada Selasa sore ,Genangan air tersebut muncul setelah hujan dengan intensitas tinggi turun secara terus-menerus, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas di dalam kota.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air terlihat di beberapa kawasan yang berada di dataran rendah dan sekitar pusat aktivitas masyarakat. Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga hampir menutupi sebagian badan jalan. Kondisi ini memaksa sejumlah pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, untuk memperlambat laju kendaraan demi menghindari kecelakaan.
Genangan air terjadi akibat tingginya debit air hujan yang tidak mampu tertampung oleh sistem drainase. Saluran air yang tersumbat sampah dan sedimentasi turut memperparah kondisi, sehingga air meluap ke badan jalan dan area permukiman di sekitarnya. Warga sekitar tampak berupaya membersihkan saluran air agar genangan dapat segera surut.
Selain mengganggu lalu lintas, genangan air juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Beberapa pedagang mengalami penurunan jumlah pembeli, sementara warga harus menunda aktivitas di luar rumah. Sejumlah fasilitas umum dilaporkan sulit diakses akibat jalan yang tergenang air.
Pemerintah Kota Kupang melalui instansi terkait telah melakukan pemantauan di titik-titik rawan genangan. Petugas disiagakan untuk mengatur lalu lintas dan membantu warga apabila kondisi memburuk. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting guna mengurangi dampak genangan air dan mencegah terjadinya masalah serupa di masa mendatang.