Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Fenomena Sampah Pasar yang Mulai Mengganggu Kenyamanan Warga Kupang

Oleh ; :MISELA KERINTIA PALUS Nim:43123003 UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Rabu, 10 Desember 2025 | 22:22:42 WIB
Foto

Indonesiasurya.com - Dalam beberapa minggu terakhir, saya melihat semakin banyak warga Kupang mengeluhkan kondisi sampah yang menumpuk di sekitar beberapa titik pasar dan area pemukiman. Fenomena ini bukan hal baru, tetapi akhir-akhir ini terlihat semakin jelas dan mulai mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Sampah Menumpuk di Titik-Titik Vital Kota

Beberapa pasar tradisional dan ruas jalan di Kupang tampak dipenuhi tumpukan plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga. Saat melewati area tersebut, bau tidak sedap sering kali muncul, terutama pada pagi hari setelah aktivitas pasar selesai. Yang membuat saya miris, tumpukan itu sering dibiarkan beberapa hari sebelum akhirnya diangkut.

Menurut pandangan saya, masalah ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga mencerminkan pola sosial masyarakat dan sistem pengelolaan lingkungan yang masih membutuhkan perhatian lebih serius.

Dampak Sosial: Bukan Sekadar Kotor, tetapi Mengganggu Aktivitas

Saya melihat langsung bagaimana pedagang, pembeli, dan warga sekitar harus beraktivitas di tengah tumpukan sampah. Ada yang terpaksa menutup hidung sambil berjalan cepat, ada pula pedagang yang kesulitan menata dagangan karena tempatnya tidak lagi nyaman. Situasi ini juga dapat mempengaruhi kesehatan, seperti memicu munculnya lalat dan bau menyengat.

Kondisi ini membuat saya bertanya-tanya: sampai kapan warga harus beradaptasi dengan lingkungan yang seperti ini?

Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Menurut saya, persoalan sampah ini tidak boleh hanya dibebankan pada petugas kebersihan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

Masyarakat perlu lebih sadar membuang sampah pada tempatnya.

Banyak tumpukan justru berasal dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Pedagang pasar perlu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pemerintah kota perlu memperkuat pengelolaan sampah, termasuk frekuensi pengangkutan dan edukasi lingkungan.

Masalah ini sebenarnya bisa diatasi jika setiap pihak mengambil peran, meski kecil.

Kupang Butuh Lingkungan yang Lebih Tertib

Saya percaya bahwa Kota Kupang bisa menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman. Kita sudah punya banyak contoh positif di beberapa lokasi yang mulai tertib, tinggal bagaimana itu bisa diterapkan lebih merata ke seluruh wilayah.

Akhirnya, saya menulis artikel ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan mengajak kita semua melihat kembali bagaimana kebiasaan kecil bisa berdampak besar pada lingkungan. Jika kita ingin hidup di kota yang lebih baik, maka perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Desa Roho Ditetapkan Sebagai Tuan Rumah Perayaan Peringatan Hardiknas Tingkat Kabupaten Lembata

Lomba ini sebagai ajang minat dan bakat, juga sebagai kesempatan kepada para siswa menunjukan kemampuan yang mereka mili

| Minggu, 19 April 2026
Warga Lamaau Kesulitan Air Bersih, Pemda Lembata dan PT Cendana Indopearls Distribusi 15.000 Liter Air

Penyaluran dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata sebagai bagian dari upaya tanggap darura

| Sabtu, 18 April 2026
Dalam Diam Fraksi Partai Golkar Bantu Fasilitasi Perbaikan Dermaga Waijarang Lembata

Perbaikan dermaga di Lembata akan kami mulai bulan Mei, saat ini pada tahap perencanaan dan pengadaan,” ujar Mekeng m

| Sabtu, 18 April 2026
Solusi Pasar Jagung, Pemda Beli Jagung Tongkol, Harga Dijamin, Pembayaran Tunai

Kebijakan ini memberi kelonggaran bagi petani yang selama ini kesulitan memenuhi standar kadar air rendah akibat keterba

| Sabtu, 18 April 2026
Aksi KMI Jilid I di KPK, Tuduh Kadinkes Madina Jadi “Penagih Uang Keamanan”

Dugaan kuat bahwa saudara Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal menjadi king maker sekaligus penagih berkedok uang kea

| Sabtu, 18 April 2026
Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5