Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ketika Sebuah Piring Makanan Menjadi Pengingat: Anak-Anak Kita Bukan Bahan Coba

Penulis : Valencia Rose Virginia Meko Prodi : Ilmu komunikasi NIM:43123020 Hari/Tanggal: Selasa,09 Desember 2025

Indonesiasurya
Rabu, 10 Desember 2025 | 13:41:39 WIB
Foto

Indonesiasurya.com || TTU - Ada kisah yang membuat dada kita terasa berat, meski hanya membacanya lewat layar. Kisah tentang belasan siswa di TTU yang tiba-tiba jatuh sakit setelah makan dari program MBG. Mereka yang seharusnya pulang dengan cerita tentang pelajaran atau tawa bersama teman, justru harus pulang dengan selang infus, kepala pening, dan tubuh lemas.

Di balik kejadian itu, ada kenyataan pahit yang sering kita abaikan: anak-anak selalu menjadi pihak yang paling mudah terluka saat orang dewasa lengah.

Program makan bergizi sebenarnya lahir dari niat baik—niat yang patut dihargai. Namun niat, betapa pun mulia, bisa berubah menjadi bumerang jika tidak dibarengi tanggung jawab yang sama besarnya. Makanan untuk anak sekolah bukan sekadar “menu yang harus dibagi hari ini”. Ia adalah amanah. Ia adalah wujud kepercayaan orang tua terhadap sistem pendidikan dan pemerintah.

Sayangnya, kepercayaan bisa runtuh hanya dengan satu kesalahan kecil dalam dapur, satu kelalaian dalam penyimpanan bahan, atau satu prosedur yang diabaikan. Dan yang menanggung akibatnya? Bukan kita yang membuat aturan, tapi anak-anak yang bahkan tidak punya pilihan selain menerima makanan yang disajikan.

Lebih menyakitkan lagi, sering kali setelah kejadian seperti ini muncul serangkaian kalimat klise: *“akan dievaluasi”, “akan ditindaklanjuti”, “akan ditangani”*. Kata-kata yang terdengar benar, tapi terasa hampa ketika tidak diikuti perubahan nyata.

Padahal yang dibutuhkan masyarakat bukan janji.Yang dibutuhkan adalah jaminan.
Jaminan bahwa setiap piring yang diberikan kepada anak-anak bukan sekadar formalitas program, tapi benar-benar dijaga dengan penuh kehati-hatian.

Karena memberi makan anak-anak bukan pekerjaan administratif—itu pekerjaan hati. Itu urusan masa depan. Itu urusan martabat.

Dan mungkin, peristiwa di TTU ini adalah pengingat keras bagi kita semua: bahwa keselamatan anak-anak bukan sesuatu yang boleh dipertaruhkan. Tidak sekali pun.

Semoga setelah kejadian ini, kita bukan hanya mencari siapa yang bersalah, tetapi memperbaiki apa yang salah.
Karena hal terakhir yang ingin kita lihat adalah anak-anak yang seharusnya tumbuh kuat justru tumbuh dengan pengalaman pahit yang seharusnya tidak mereka alami.

Mereka membutuhkan makanan yang aman.
Kita berkewajiban memastikan itu.
Tanpa kompromi.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6