Indonesiasurya.com, Kupang- Menjalani dua peran sekaligus sebagai mahasiswa dan driver Grab bukan hal yang mudah. Pagi saya habiskan waktu di ruang kuliah mendengarkan dosen mengajar, setelah itu sore hingga malam saya melanjutkan pekerjaan saya sebagai driver Grab, mengelilingi kota dengan harapan mendapatkan orderan.
Banyak yang mengira hidup seperti ini melelahkan, tapi bagi saya disinilah letak perjuangan dan pembelajaran sesungguhnya.
Awalnya saya mengambil pekerjaan ini hanya untuk menutupi kebutuhan kuliah saya seperti uang foto copy, makan dan bensin. Namun lama-kelamaan saya sadar profesi sebagai driver bukan sekedar cari uang, tapi dari setiap penumpang yang saya antar saya bisa belajar memahami karakter orang, belajar komunikasi nyata bahkan belajar sabar menghadapi situasi di luar kendali.
Apa yang saya pelajari di kampus seolah menemukan bentuk nyatanya di jalanan.
Kadang tugas kuliah menumpuk sementara orderan terus masuk. Ada juga saat dimana saya harus memilih lanjut Grab atau pulang mengerjakan tugas kuliah. Tapi setiap kali saya merasa capek, saya ingat tujuan awal kuliah, saya ingin merubah nasib ,bukan menyerah pada keadaan. Dari situ semangat saya kembali hidup untuk jalankan dua hal ini sekaligus.
Menjadi mahasiswa sekaligus driver Grab membuat saya lebih menghargai waktu dan kerja keras. Saya belajar bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang punya segalanya,tetapi milik mereka yang mau berjuang tampa henti.
jaket hijau yang saja kenakan bukan hanya sebagai simbol kerja, tapi simbol ketekunan dan kemandirian.
Hari ini saya tidak malu mengaku sebagai mahasiswa Grab, justru saya bangga karena dibalik helm dan jaket hijau itu ada tekad untuk menempuh ilmu dan menggapai masa depan yang lebih baik.
Hidup memang keras, tapi selagi masih bisa menjalani kedua peran sekaligus saya yakin, roda kehidupan ini akan terus berputar membawa saya menuju cita-cita.