Indonesiasurya.com || Kupang - Dekranada Provinsi NTT mengelar Parade Tenun “NTT Berwarna 2025” dengan tema “Tenun, Cinta, dan Budaya untuk Ibu Pertiwi” dalam suasana gembira tersebut Gubernur NTT Melki Laka Lena serukan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pencegahan HIV/AIDS
Acara yang digelar dalam rangka HUT ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Hari Ibu Nasional 2025, Sabtu 13 Desember 2025. mengusung subtema “Merajut Harmoni dalam Kreativitas dan Keberagaman”
Dekranasda Provinsi bersama Tim Penggerak PKK Provinsi NTT menjadi motor utama kegiatan melibatkan. 22 kabupaten kota se-NTT.
Peserta parade secara resmi dilepas Gubernur NTT Melki Laka Lena didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma dari Halaman Kantor Gubernur NTT pukul 07.00 WITA.
Parade tenun melintasi jalur Car Free Day (CFD) Jalan El Tari dan berakhir di Halaman Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT.
Banyak busana tenun ikat dari 22 kabupaten/kota se-NTT ditampilkan
Berbagai instansi, lembaga, dan komunitas masyarakat, hadir dalam kegiatan tersebut.
Tampak hadir Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Ketua TP PKK/Ketua Dekranasda NTT Ny. Mindriyati A. Laka Lena, serta jajaran pimpinan perangkat daerah Pemprov NTT
Dalam sambutan Gubernur Melki menyebut tenun ikat bukan sekadar produk budaya, tetapi identitas dan kebanggaan masyarakat NTT yang diwariskan lintas generasi oleh para ibu penenun.
“Tenun adalah simbol ketekunan, kasih, dan doa mama-mama penenun" ungkap Laka Lena
Ini warisan yang harus kita jaga dan lestarikan, lanjutnya.
Selain promosi budaya, panitia juga menggalang dana kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera, serta menggaungkan kampanye stop kekerasan dan pencegahan HIV/AIDS.
Parade ditutup dengan tarian Ja’i bersama, pembagian door prize, serta pengumuman pemenang lomba parade dan maskot dari berbagai kategori instansi dan komunitas.
Sebelum parade, Gubernur Melki juga melepas Lomba Lari 5K Putra Putri SDK Don Bosco (PAPIDOS) sebagai bagian rangkaian HUT ke-67 Provinsi NTT.
Dia menyebut kegiatan olahraga menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus menjaring bibit atlet menuju NTT sebagai tuan rumah PON XXII bersama NTB.
“Kegiatan seperti ini penting untuk kesehatan, kebersamaan, dan mencari atlet-atlet muda potensial asal NTT,” pungkas Melki.