Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


SEMAKIN DIHITUNG SEMAKIN KUATIR

Seringkali pandangan kita terpaku kepada lima roti dan dua ikan yang jumlahnya sangat sedikit, dan lupa memandang Tuhan Yesus, sumber mujizat.

Indonesiasurya
Jumat, 08 Mei 2026 | 11:33:00 WIB
Ilustrasi

Renungan Katolik

Jumat, 8 Mei 2026 - Yohanes 6: 7 “ Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."

Masalah pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari seringkali menjadi faktor penyebab banyak orang mengalami kekuatiran.

Mereka berkata, "Uang segini mana cukup untuk makan sebulan?  Bagaimana bisa membayar uang sekolah anak dan kontrakan jika penghasilan tetap pas-pasan?"

Dalam kesesakan yang kita hadapi ini sesungguhnya Tuhan Yesus tidak pernah menutup mata, Ia tahu apa yang dibutuhkan dalam hidup ini.

Ia tahu apa yang harus diperbuat-Nya untuk menolong kita.  Adakalanya kita dibiarkan dalam keadaan terdesak karena Tuhan ingin tahu reaksi kita, seperti pertanyaan yang Ia ajukan kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan? Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya."

Filipus adalah murid Tuhan yang setiap harinya ada bersama-sama dengan Sang Guru, dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Ia melakukan banyak mujizat, tetapi begitu dihadapkan pada fakta yang mengimpit ia lupa begitu saja dengan mujizat yang Guru kerjakan: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
Lalu muncul informasi dari murid-Nya yang lain: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

Seringkali pandangan kita terpaku kepada lima roti dan dua ikan yang jumlahnya sangat sedikit, dan lupa memandang Tuhan Yesus, sumber mujizat.

Semakin kita hitung-hitung apa yang ada pada kita semakin kita kuatir dan kita semakin menggunakan akal pikiran kita untuk menutupi kebutuhan.

Kalau saja kita ingat bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Mahadahsyat dengan segala perbuatan-Nya tentulah kita tidak akan pernah merasa kuatir.

Jika Tuhan ingin membuat mujizat kecil Ia akan menempatkan kita pada situasi sulit, dan apabila Tuhan hendak mengerjakan mujizat yang besar Ia akan menghadapkan kita pada situasi yang secara manusia itu mustahil.

“Tidak ada perkara yang terlalu sukar bagi Tuhan, karena itu percayakan hidup ini secara penuh kepada-Nya!


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Bentrok Antar Dusun Di Adonara Timur, Sembilan Rumah Hangus Terbakar.

Aksi saling serang menjadi bentrokan terbuka di sepanjang Jalan Trans Adonara. Suasana mencekam membuat warga sipil lain

| Minggu, 10 Mei 2026
Jumlah Peserta Festival Literasi Lembata Tahun 2026, Meningkat 100 Persen

Perhelatan ini menghadirkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan yang diikuti siswa tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.

| Minggu, 10 Mei 2026
"PM Jangan Jadi Penonton, Dugaan Beking Tambang Ilegal di Madina Harus Dibongkar"

“Kami meminta PM jangan tutup mata. Jika benar ada dugaan keterlibatan ataupun pembekingan oleh oknum aparat, maka har

| Minggu, 10 Mei 2026
Duta Jempol Terjepit Soroti Jalan Berlubang di Hertasning, Kritik Kinerja Pemkot Makassar

Jalan seperti ini sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari atau saat hujan. Pengendara bisa celaka kapan saja,” ungk

| Sabtu, 09 Mei 2026
Putusan MK Merombak Pemilu 2029, Guncangan Demokrasi atau Angin Segar Bagi Daerah?

Pemilihan Presiden, DPR, dan DPD akan digelar lebih dahulu, sementara pemilihan kepala daerah dan DPRD menyusul dalam je

| Jumat, 08 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4