Lembata - Program pastoral Seminari Tinggi St. Paulus Ritapiret Maumere bagi para calon Imam Katolik, dengan melibatkan mereka, belajar tentang nilai sosial dan spiritualitas langsung di tengah masyarakat. Memberi ruang bagi mereka mempelajari kehidupan masyarakat dalam interaksi langsung dengan umat di setiap wilayah lingkungan di paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba
Kegiatan Malam Pentas Seni bersama para Frater Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret di Aula Serbaguna SMPK St. Pius X, Lewoleba, Jumat (10/4) malam, tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas para frater, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nilai sosial dan spiritual.
Kegiatan ini menekankan pentingnya kesederhanaan, gotong royong, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, yang diwakili oleh Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Asisten I Quintus Irenius Suciadi menegaskan bahwa kegiatan pentas seni merupakan kesempatan bagi para Frater untuk memahami kehidupan masyarakat secara nyata, sekaligus menumbuhkan nilai pelayanan, kerendahan hati, dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap frater-frater dapat belajar langsung dari masyarakat tentang kesederhanaan, gotong royong, serta semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan kita,” ujar Suciadi.
Ia menambahkan bahwa pengalaman ini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan panggilan hidup para frater, khususnya dalam melayani umat dan masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat sapaan dari para tokoh keagamaan. Romo Pedro Sina, Pembimbing Tingkat IV Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, menegaskan bahwa seni memiliki karakter indah bermanfaat,
Seni menawarkan keindahan, dan menawarkan juga kebermanfaatan,” ungkapnya.
Selain itu, Romo Pedro juga menekankan pentingnya pembinaan spiritual yang berpadu dengan kreativitas dan kepedulian sosial yang memiliki kepekaan terhadap sesama, alam dan dunia ini.
Sementara Romo Deken Lembata, RD. Blasius Masang Kleden, menekankan bahwa pentas seni menjadi media untuk mengekspresikan bakat sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Kehadiran para frater di paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba bagi Romo Blas, dimaknai sebagai sebuah spirit baru kehidupan iman di paroki ini.
“Semoga kehadiran para Frater ini membawa sukacita bagi kita semua, terlebih motivasi untuk anak-anak kita bisa mengikuti mereka, minimal mempersiapkan diri mereka untuk masa depan kemandirian mereka semua,” pesan Romo Blas.
Para frater ini juga berkolaborasi dengan kalangan muda katolik, remaja, dan sekami serta para calon suster menampilkan berbagai karya seni, mulai dari musik, drama, hingga tari, yang tidak hanya memperlihatkan kemampuan artistik, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang luhur, penuh persaudaraan dan kebersamaan.
Pentas seni ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kepekaan sosial, budaya, dan spiritual yang kuat dalam diri para frater.
Hadirin yang datang menyaksikan malam pentas seni ini tampak antusias, ini mencerminkan hubungan harmonis antara pendidikan keagamaan dan masyarakat.
Kehadiran seluruh peserta yang mengikuti Pentas ini memberikan energi positif bagi para frater sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Lembata.
“Pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah untuk mengekspresikan bakat dan nilai-nilai luhur. Semoga pengalaman ini semakin menumbuhkan semangat pelayanan dan kebersamaan di tengah masyarakat,”kata Suciadi menutup sambutannya. **ProkompimPemKabLembata**