Lembata, IndonesiaSurya.Com — SMA Negeri 1 Nagawutung mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih skor tertinggi dalam Rapor Pendidikan Tahun 2024/2025 pada Dimensi D (Mutu dan Relevansi Pembelajaran). Kabar ini diterima pada Kamis (16/4/2026) dan menjadi kejutan sekaligus kebanggaan bagi seluruh warga sekolah.
Capaian tersebut dirilis oleh Pengawas Pembina SMA Kabupaten Lembata berdasarkan hasil analisis terhadap 12 SMA binaan. Analisis ini dilakukan oleh Erni Johan, S.Pd, dalam rangka penyusunan tesis di Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam hasil kajian tersebut, terlihat adanya variasi capaian yang cukup signifikan antar sekolah pada dimensi mutu pembelajaran. Perbedaan ini mencerminkan beragam tantangan dan praktik pendidikan yang berlangsung di masing-masing satuan pendidikan.
Pada kategori capaian rendah, SMA Negeri 1 Buyasuri masih menghadapi kendala geografis yang berdampak pada akses dan kualitas pembelajaran. Selain itu, metode pengajaran yang masih cenderung konvensional serta belum optimalnya kepemimpinan instruksional turut menjadi faktor penghambat.
Sementara itu, SMA Negeri 1 Lebatukan berada pada kategori sedang dengan tantangan utama pada manajemen kelas. Pembelajaran berdiferensiasi dinilai belum sepenuhnya berjalan efektif dalam mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa.
Capaian yang sama juga terlihat di SMAS Frater Don Bosco. Sekolah ini telah menunjukkan pengelolaan administrasi yang baik, namun masih memerlukan penguatan dalam pemberian umpan balik pembelajaran yang konstruktif antara guru dan siswa.
Di tengah variasi tersebut, SMA Negeri 1 Nagawutung tampil sebagai yang terbaik. Keberhasilan ini tidak lepas dari budaya refleksi pembelajaran yang telah dibangun secara konsisten oleh para guru. Praktik reflektif ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan, meskipun penguatan supervisi kolaboratif tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu dan mendorong inovasi.
Kepala sekolah Patrisius Beyeng, S.Pd saat dikonfimasi media ini, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan.
“Bangga dan bersyukur atas pencapaian tertinggi ini. Ini adalah hasil kerja bersama yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi nyata dampaknya. Data ini yang berbicara, dan ini akan menjadi semangat untuk terus bergerak maju,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Yustinus Basa Sogeona, S.Pd, yang menilai bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja senyap seluruh elemen sekolah.
“Kami melihat ada dedikasi yang dibangun dalam diam, tetapi konsisten. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat berjalan dengan baik. Inilah yang akhirnya membuahkan hasil. Ke depan, kami berharap semangat ini tetap terjaga dan terus ditingkatkan,” ungkapnya penuh caria ketika disambangi.
Rapor Pendidikan sebagai instrumen evaluasi nasional memberikan gambaran objektif tentang kualitas layanan pendidikan di sekolah. Capaian yang diraih SMA Negeri 1 Nagawutung menjadi bukti bahwa kerja senyap, refleksi berkelanjutan, dan kolaborasi yang kuat mampu menghasilkan perubahan nyata.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain di Kabupaten Lembata untuk terus berbenah dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik.
Reporter: Humas SMANSA Naga