Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadapan peserta dan para penguji

Indonesiasurya
Senin, 02 Maret 2026 | 13:48:20 WIB
Foto

Nagawutung, IndonesiaSurya.com -- Di tengah semangat akademik yang kian menguat, SMA Negeri 1 Nagawutung kembali menegaskan komitmennya terhadap budaya ilmiah melalui pelaksanaan Ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tahun Pelajaran 2025–2026. Selama lima hari, Senin–Jumat, 2–6 Maret 2026, sebanyak 84 siswa kelas XII menjalani ujian yang berlangsung di Aula Sekolah (Ruang I) dan Laboratorium Komputer (Ruang II).

Kegiatan diawali dengan seremonial pembukaan di halaman utama sekolah pada Senin pagi, 2 Maret 2026. Kepala sekolah, Patrisius Beyeng, S.Pd, melalui Wakasek Kurikulum yang juga ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Kepala Sekolah, Fransiskus X. Lawe, S.Pd, menegaskan bahwa KTI bukan sekadar formalitas administratif, melainkan syarat akademik strategis untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah.

“Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadapan peserta dan para penguji.

Ia kemudian menyampaikan pesan yang menjadi spirit pelaksanaan ujian tahun ini: “Tulis apa yang kamu tahu, dan tahu apa yang kamu tulis.”

Pernyataan ini bukan sekadar slogan retoris. Ia menegaskan dua prinsip fundamental dalam epistemologi ilmiah: integritas dan penguasaan substansi. “Tulis apa yang kamu tahu” berarti karya harus lahir dari proses belajar, observasi, riset, dan refleksi yang otentik—bukan hasil salin-tempel atau reproduksi gagasan tanpa pemahaman. Sementara “tahu apa yang kamu tulis” menuntut setiap peserta mampu mempertanggungjawabkan argumen, data, metodologi, dan kesimpulannya secara rasional di hadapan penguji. Di titik inilah karakter akademik dibentuk: jujur secara intelektual, kritis dalam analisis, dan tangguh dalam mempertahankan argumentasi berbasis data.

Ujian dilaksanakan dalam sembilan sesi setiap hari, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WITA. Setiap peserta memperoleh waktu 30 menit: 10 menit presentasi dan 20 menit pendalaman oleh dua penguji. Dengan total 168 penugasan menguji yang melibatkan 29 guru, pelaksanaan berlangsung terstruktur dan disiplin.

Instrumen penilaian yang digunakan mencakup lima aspek utama: kualitas substansi dan kedalaman isi (30%), metodologi penelitian (20%), sistematika dan teknik penulisan ilmiah (15%), kualitas presentasi (15%), serta kemampuan menjawab dan mempertahankan argumentasi (20%). Pendekatan ini memastikan bahwa yang diuji bukan hanya produk tulisan, tetapi juga kapasitas berpikir kritis dan kematangan intelektual peserta.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana akademik yang hidup. Presentasi berlangsung sistematis, media PowerPoint dimanfaatkan secara efektif, dan dialog antara penguji dan peserta berkembang menjadi diskusi yang hangat sekaligus kritis.

Adriano Wani Lojor menjadi peserta pertama di Ruang I (Aula Sekolah), sementara Aisa Bribin membuka sesi di Ruang II (Lab Komputer). Keduanya mengakui sempat diliputi rasa gugup di awal. “Awalnya tegang, tetapi setelah pertanyaan pertama terjawab, rasa percaya diri mulai muncul,” ungkap mereka usai ujian. Pengakuan serupa disampaikan Fransiska Ose Panda Deona dan Agustina Tuto Labaona. Dukungan rekan seangkatan yang memadati ruangan turut memberi energi psikologis tersendiri bagi para peserta.

Ragam topik yang diangkat siswa memperlihatkan kedekatan antara dunia akademik dan realitas sosial masyarakat Lembata: dari isu lingkungan pesisir, tradisi lokal, kesehatan remaja, ekonomi kreatif, hingga tantangan era digital. KTI tidak berhenti pada tataran teoritis, tetapi menjadi ruang refleksi kritis atas dinamika sosial, budaya, dan ekologis di sekitar mereka.

Melalui ujian KTI ini, SMA Negeri 1 Nagawutung tidak hanya menilai kemampuan akademik siswa kelas XII, tetapi juga meneguhkan fondasi karakter ilmiah: objektif, argumentatif, dan bertanggung jawab. Di tengah arus informasi instan dan kecenderungan pragmatisme belajar, forum ini menjadi ruang pembuktian bahwa literasi ilmiah tetap menjadi marwah pendidikan menengah.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Ujian KTI Tahun 2026 menjadi cermin keseriusan sekolah dalam membangun generasi muda yang tidak hanya lulus secara administratif, tetapi matang secara intelektual dan siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan bekal nalar kritis serta integritas akademik yang kokoh. (Hans)

Reporter: Humas SMANSA Naga


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

PLTU Sambelia dan Infrastruktur Kelistrikan NTT Jadi Fokus PLN UIP Nusra Semester II 2026

Senior Manager Perencanaan PT PLN (Persero) UIP Nusra, Sugeng Santoso, mengatakan ketiga proyek tersebut merupakan bagia

| Senin, 20 Juli 2026
Hari Keempat TMMD : Pembukaan Jalan di Desa Sijarango Capai 41,50 Persen*

Dari pantauan di Lapangan, sejak pagi para anggota Satgas sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengejar target pembu

| Minggu, 19 Juli 2026
Dibalik Seragam Loreng, Satgas TMMD Kodim 0210/TU Tingkatkan Keimanan Melalui Ibadah Minggu

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan emosional dan sosial antara TNI dan warga di lokasi pelaksan

| Minggu, 19 Juli 2026
PLN UIP Nusra Gelar Rapat Konsinyering, Kinerja Semester I 2026 Lampaui Target

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan bahwa Nilai Kinerja Organisasi (NKO) Semester I

| Minggu, 19 Juli 2026
Listan Ingatkan Waspadai "Penumpang Gelap" dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya!

semakin dekat sebuah cita-cita diwujudkan, semakin besar pula kemungkinan munculnya pihak-pihak yang mencoba mengganggu

| Minggu, 19 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 13