Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bertemu Legio Maria Lembata, Begini Pesan Pastoral Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Gereja saat ini berada di tengah berbagai realitas yang kerap terabaikan, keluarga yang rapuh, kaum muda yang kehilangan arah, hingga bumi yang semakin terluka.

Indonesiasurya
Rabu, 18 Maret 2026 | 08:05:41 WIB
Foto

LEWOLEBA — Pesan pastoral perdana Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Kabupaten Lembata tidak berhenti pada seruan spiritual semata.

Dalam kunjungan pertamanya sejak ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Larantuka pada 11 Februari 2026, ia menegaskan bahwa Gereja harus hadir bukan hanya di altar, tetapi juga dalam pergulatan sosial masyarakat, dari persoalan kemiskinan hingga kerusakan lingkungan.

Pesan itu disampaikan saat ia menghadiri penutupan Pertemuan Tahunan Legio Maria tingkat komisium dekenat di Aula Paroki Kristus Raja Wangatoa, Minggu, 15 Maret 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Deken Lembata Philipus Sinyo da Gomez, serta para pastor dan anggota Legio Maria dari berbagai paroki.

Di hadapan para legioner, Uskup Mgr. Yohanes Hans menyebut Legio Maria sebagai 'Gereja yang berjalan dari rumah ke rumah', sebuah model kerasulan awam yang menjangkau umat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Namun menurutnya, karya kerasulan itu tidak boleh berhenti pada kegiatan doa dan kunjungan keluarga semata. Ia mengingatkan bahwa Gereja saat ini berada di tengah berbagai realitas yang kerap terabaikan, keluarga yang rapuh, kaum muda yang kehilangan arah, hingga bumi yang semakin terluka.

Karena itu, umat dipanggil untuk bergerak dari ruang ibadah menuju keterlibatan nyata dalam kehidupan sosial.

Dalam pesannya, Uskup Hans menekankan tiga arah pastoral bagi Legio Maria: memperkuat spiritualitas Gereja, menjalankan misi kerasulan dari rumah ke rumah, serta membangun keterlibatan sosial yang lebih luas.

Ia menegaskan bahwa doa adalah kekuatan utama Gereja, tetapi doa harus melahirkan tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan.

Isu lingkungan menjadi salah satu sorotan tajam dalam pesannya. Ia mengingatkan umat agar merawat bumi sebagai rumah bersama.

Menurutnya, kerusakan alam tidak hanya menjadi persoalan ekologis, tetapi juga ancaman bagi masa depan generasi di wilayah kepulauan seperti Lembata.

Karena itu, ia mengajak umat untuk menjaga bumi dengan tanggung jawab demi keberlangsungan hidup anak cucu.

Selain lingkungan, Uskup Hans Monteiro juga menyinggung budaya pesta yang dinilai sering kali berlebihan di wilayah Flores dan Lembata. Ia menilai kebiasaan tersebut perlu ditata agar tidak membebani ekonomi keluarga.

Menanggapi gagasan Bupati Petrus Kanisius Tuaq mengenai penataan kalender pesta hingga akhir Agustus agar masyarakat memiliki waktu menyiapkan musim tanam di September dan Oktober, ia menyebut ide itu layak dikaji lebih dalam karena berkaitan dengan upaya mengatasi kemiskinan.

Ia juga menyoroti dua persoalan lain yang menurutnya mendesak, yakni pendidikan dan migrasi tenaga kerja.

Sekolah-sekolah swasta di Lembata, katanya, masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah terutama dalam penyediaan tenaga pendidik dan sarana belajar.

Pendidikan yang berkualitas, menurutnya, menjadi kunci bagi lahirnya generasi masa depan yang mampu bersaing.

Sementara itu, fenomena pekerja migran juga menjadi perhatian serius. Banyak warga merantau tanpa bekal keterampilan memadai sehingga rentan menghadapi berbagai persoalan.

"Kita harus menyiapkan tenaga kerja yang bermartabat, bukan seperti istilah ‘pergi sunyi pulang bunyi’,” ujar Uskup Hans Monteiro.

Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara Gereja dan pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga kerja yang lebih terampil dan bermartabat.

Pertemuan tahunan Legio Maria tersebut akhirnya ditutup dengan doa pemberkatan oleh Uskup Larantuka setelah sesi dialog bersama para legioner.

Namun pesan yang ditinggalkan dari kunjungan pastoral itu cukup jelas: Gereja dipanggil untuk bergerak dari rumah ke rumah, dari mimbar Gereja menuju bumi yang sedang menunggu kepedulian umatnya. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Prestasi Membanggakan: Siswi SMAN 1 Nagawutung Lolos ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi NTT

Keberhasilan Gabriela Olivia menjadi bukti bahwa semangat belajar, kerja keras, disiplin, dan ketekunan mampu mengantark

| Senin, 06 Juli 2026
Tantangan Pelestarian Budaya di Era Digital Jadi Sorotan dalam Talk show Festival Lamaholot

Doktor kebudayaan sekaligus peneliti tenun Lamaholot, Miss Linda, menilai era digital justru membuka peluang besar bagi

| Sabtu, 04 Juli 2026
Festival Lamaholot Wadah Pelestarian Budaya, Penguatan Ekonomi Kreatif dan Promosi Desa Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur menjelaskan, kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus pertemua

| Sabtu, 04 Juli 2026
PAD Tumbuh 16,33% Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan

Secara spesifik, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Hingga pertengahan ta

| Sabtu, 04 Juli 2026
Dorong Transaksi Non-Tunai, Perwabantt Lewoleba Bekali Anggota dengan Edukasi QRIS

Kegiatan itu menjadi bagian dari agenda Perwabantt yang dikemas dalam tiga sesi, yakni senam kebugaran, arisan, dan sosi

| Sabtu, 04 Juli 2026
Wisatawan Festival Lamaholot diajak tour ke Komunitas Adat Atadei

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur menjelaskan, memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada eksp

| Sabtu, 04 Juli 2026
RSUD Punya Mesin Produksi Oksigen, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq Berikan Apresiasi

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur, atas hadirnya Oksigen Central yang dapat

| Jumat, 03 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5