Lembata - Bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah bagi umat muslim kembali ke fitrah mesti disambut dengan sukacita, bukan sekedar menahan lapar dan haus tetapi bulan memperbaiki diri, mohon pengampunan dan membersihkan jiwa ungkap ketua majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lembata.
H. Muhammad Mahmud, mengimbau umat Islam di Kabupaten Lembata untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT.
Lebih jauh ia mengatakan, Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti umat Islam. Ia menyebutnya sebagai “tamu agung” yang mulia dan membawa kesempatan besar untuk memperbaiki diri.
“Ramadhan datang mari kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan haus, namun momentum memperbaiki diri, memohon pengampunan dan membersihkan jiwa dan berserah kepada Allah secara totalitas.
Mahmud juga mengutip firman Allah SWT tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa, sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat terdahulu.
Selain itu, ia mengajak umat Islam di Lembata untuk menjalankan puasa secara menyeluruh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan moral.
“Puasa hati, puasa pikiran, puasa lisan, puasa mata dan puasa tangan. Bukan sekedar menahan lapar dan haus, tapi menahan diri dari segala hal yang dapat mengurangi nilai ibadah kita,” katanya.
Mahmud juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat. Pasalnya, bertepatan dengan Ramadhan, sebagian umat lain juga merayakan ibadah Imlek.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga keamanan serta kenyamanan dalam setiap momentum ibadah.
“Mari kita persatuan dan persaudaraan. Semoga kita semua dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta hidup rukun dalam keberagaman,” tutupnya