Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Datangkan 14 Ton Ayam Beku, Pelni Mart Bantah Monopoli Pasar Di Lembata

Tidak memonopoli, di Indonesia ini kan ada pasar bebas dan kami salah satu BUMN yang dipercaya untuk membuat gerai maritim di sini.

Indonesiasurya
Selasa, 17 Juni 2025 | 14:24:32 WIB
Pengurus grai maritim

Lembata,Indonesiasurya.com - Produk ayam beku yang menyerbu lembata dinilai memperburuk kondisi pemasaran ayam potong lokal, karena daya beli masyarakat langsung berpindah ke produk yang lebih murah meski berasal dari luar daerah.

Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir dalam rapat terkait pengawasan lalu lintas ternak dan distribusi daging di ruang rapat kantor bupati (11/6/2025).

Nasir secara tegas meminta agar praktik monopoli pasar harus dihentikan.

Sementara itu Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq mengatakan, Persaingan terbuka bukan berarti membiarkan usaha lokal tersingkir. Kita harus mampu menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan keberpihakan pada masyarakat sendiri,” ujar Bupati Kanis.

Hilmi kepala logistik Pelni Mart Lembata kepada Indonesiasurya, Senin, 16 Juni 2025 diruang kerjnya membantah tudingan adanya monopoli yabg dilakukan oleh Pelni Mart

Tidak memonopoli, di Indonesia ini kan ada pasar bebas dan kami salah satu BUMN yang dipercaya untuk membuat gerai maritim di sini.

Kami mengikuti program tol laut dimana program tol laut disini untuk menekan harga pasar agar masyarakat bisa merasakan harga barang sesuai yang ada di luar pulau, jadi kalau dibilang monopoli kita sebenarnya tidak ada maksud untuk monopoli ujar Hilmi.

Kalau disebut monopoli itu terlalu apa yah....karena kami ikut regulasi dari pemerintah juga untuk, program tol laut namun, semua kembali lagi ke konsumen sebab target pasar kami adalah agar masyarakat bisa merasakan harga pasar yang merata.

Hilmi mengataka, tidak ada maksud memonopoli karena, selama ayam kita masuk pun semua tetap berjalan lancar, ayam peternak juga masih berjalan ayam beku dari luar pun ada, yang dari kupang itu sempat ada masuk kemarin, infonya kan dari satgas juga sudah memantau ayam masuk dari kupang itu pun mereka tetap jalan.

Masih menurut Kepala logistik ini, tidak ada niat atau bermaksud untuk memonopoli pasar, intinya kami datang hadir untuk disparitasi harga. Hanya  untuk menekan harga, ungkap Hilmi.

Ditanya terkait jumlah ayam beku sebanyak, 4 ton yang masuk Lembata untuk jangka waktu berapa lama, Hilmi menjelaskan, sebenarnya informasi itu bukan 4 ton tapi 14 ton.

Hilmi mengataka, satu kontainer atau satu river itu kurang lebih, 14 ton dan itu kalau dipasarkan paling cepat itu 1 setengah bulan sampai 2 bulan, tergantung masyarakat Lembata.  ini ingin konsumsi labih banyak atau tidak. Seperti kalau ada acara pasti mereka lebih banyak konsumsi ayam beku

Ditanya bisanya itu dalam satu bulan itu, habis berapa ton untuk kebutuhan Lembata yang dijual oleh teman teman pelnimart sendiri?

Kepala Logistik menjelaskan,, untuk pasar Pelni mart sendiri satu bulan susah diprediksi, cuma satu kontainer itu paling cepat satu sampai dua bulan, paling relatif.

Lanjut Hilmi, yang di berita sempat ada info 4 ton, tapi yang benar adalah, 14 ton. Kita masukan satu river itu kurang lebih 15 ton tapi kapasitas maksimalnya hanya 14 ton saja.

Ditanya tentang berat ayam dan harga jual, o hak Pelni Mart mengatakan, berat ayam per ekor kurang lebih 1 sampai 1.3 kilo dan dijual dengan harga, 37.500 sampai 41.000 per kilo.

Kami BUMN dan tidak berafiliasi dengan pengusaha lain atau orang perorang, kami anak perusahaan Pelni yang hadir untuk menekan harga pasar dan tidak untuk monopoli urai Hilmi.

"Intinya Tidak ada niat untuk monopoli pasar" ungkap Hilmi.

Sementara itu Sanjiwani Watimena, Koordinator gudang Pelni Mart pada kesempatan yang sama mengatakan, Tidak benar jika dikatakan kami monopoli pasar.

Yang ada di Pelni mart, bukan hanya ayam beku tapi juga untuk kebutuhan pokok yang lain seperti beras, gula, tepung, elpiji ada semua.

Lanjut Watimena Cuman untuk beras, tepung, mie kita belum datang kan lagi karena, di gudang itu terlalu banyak tikus, jadi barang yang dijual itu bukanya terjual tetapi rusak karena tikus.

Hal ini sudah kami sampaikan ke pemerintah waktu rapat dengan bupati dan wakil.

Ditanya berapa banyak beras yang di pasok, jenis beras dan jenis beras, Watimena menjelaskan, Kalau beras yang terakhir itu satu kontainer itu sekitar 8 sampai 10 ton kalau tidak salah Dan beras yang kami datangkan itu adalah premium. Merk kapal putih sama Sintanola dan di jual dengan harga 325.000 per karung 20 kilo.

Lanjut Watimena, karena situasi gudang yang banyak tikus dan kita tidak ingin barang rusak sehingga, kami jual ke salah satu pengusaha di Lewoleba dengan harga 320.000. beras yang kita jual juga dalam keadaan baik urainya.
Diakhir pertemuan dengan media ini, Watimena menegaskan bahwa pihaknya yakni Pelni Mart tidak pernah memonopoli pasar di Lembata.

"Kami hadir untuk menstabilkan harga, agar masyarakat bisa merasakan satu harga seperti di luar Lembata dan pasti bukan monopoli" urai Watimena.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Warga Lamaau Kesulitan Air Bersih, Pemda Lembata dan PT Cendana Indopearls Distribusi 15.000 Liter Air

Penyaluran dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata sebagai bagian dari upaya tanggap darura

| Sabtu, 18 April 2026
Dalam Diam Fraksi Partai Golkar Bantu Fasilitasi Perbaikan Dermaga Waijarang Lembata

Perbaikan dermaga di Lembata akan kami mulai bulan Mei, saat ini pada tahap perencanaan dan pengadaan,” ujar Mekeng m

| Sabtu, 18 April 2026
Solusi Pasar Jagung, Pemda Beli Jagung Tongkol, Harga Dijamin, Pembayaran Tunai

Kebijakan ini memberi kelonggaran bagi petani yang selama ini kesulitan memenuhi standar kadar air rendah akibat keterba

| Sabtu, 18 April 2026
Aksi KMI Jilid I di KPK, Tuduh Kadinkes Madina Jadi “Penagih Uang Keamanan”

Dugaan kuat bahwa saudara Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal menjadi king maker sekaligus penagih berkedok uang kea

| Sabtu, 18 April 2026
Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Jadi Agen BRI Link, Ama Sayang Akui Manfaat Positif Dan Keuntungan Ekonomi

selama melayani para pengguna jasa agen BRILink tidak pernah mendapatkan keluhan dan para pengguna jasa mengakui kecepat

| Jumat, 17 April 2026
Didukung IDEP, Barakat Gelar Workshop "Muro Moel Wutun" Libatkan Pemangku Adat Belen Raya Lewuhala.

Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara pengetahuan lokal dan kajian ilmiah terkait praktik Muro sebagai kearifan l

| Jumat, 17 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7