Lembata - Forum parlemen jalan (Formalen) dan Axel, usir kapal ASDP agar tidak lagi sandar di Lembata, bahkan ancam akan segel kantor ASDP Lembata di waijarang kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata, saat bersama, Wakil Bupati Lembata dan kepala ASDP unit Lembata di dermaga waijarang (9/4/2026)
Formalen yang hadir dipelabuhan waijarang bersama wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir untuk melihat uji coba sandar kapal Roro di dermaga yang rusak akibat ditabrak kapal Inerie 2, terlihat kesal.
Pantauan media ini, Kapal Roro milik ASDP sempat merapat ke wilayah dermaga. Ketika itu kapal Roro milik ASDP tersebut, telah berada kurang lebih 200 meter dari dermaga waijarang namun, kemudian memilih batal Sandar dengan alasan arus kuat padahal saat itu posisi laut tenang, arus slack water atau slack current (arus lenyap / arus tenang).
Ada dugaan, tidak sandarnya kapal feri Roro milik pemerintah tersebut karena, perang dagang terselubung.
Ditengah gundah gulana ekspedisi karena ketiadaan kapal Antar pulau, Formalen bergerak menyuarakan kegelisahan tersebut namun, diwaktu yang sama, formalen yang menggandeng ekspedisi Lembata (Axel) menganulir kesepakatan yang telah tandatangani bersama bupati, wakil bupati, Kapolres, koordinator Formalen, dan ketua Axel.
Dalam berita acara kesepakatan bersama itu, pada poin satu dan dua oleh pemerintah sudah dilaksanakan dan pada poin ketiga, formalen mementahkan sendiri saat kapal Roro batal Sandar di pelabuhan waijarang (9/4/2026) kurang lebih pukul : 17 : 20.
Anggota formalen, secara tegas mengatakan, jika hari ini kapal gagal sandar, sebaiknya kapal tidak usah saja masuk Lewoleba
Pernyataan ini memicu reaksi banyak pihak, karena di satu sisi, formalen sedang meminta pemerintah berupaya agar kapal ASDP bisa sandar di Lembata, bahkan formalen meminta pemerintah untuk membangun plengsengan. Nah kalau kapal dilarang masuk Lembata lantas untuk apa di bangun plengsengan? Bagimana nasib ekspedisi jika kapal di larang masuk?
Bahkan formalen secara terang-terangan mengatakan akan menyegel kantor ASDP, dan meminta Nandar, kepala ASDP Lembata untuk kembali ke Kupang.
"Pa Nandar kalau cari aman pulang ke Kupang dulu. Besok kalau kami ke kantor repot lagi. Ujar Heri tana tawa disambung Pedro Lerek, kami segel kantor repot lagi. biar kami berhubungan dengan pak Nandar punya atasan saja.
Heri di hadapan Wakil Bupati Muhamad Nasir mengatakan, Pokoknya kalau masuk dia selesai. Kita sudah buang, pikiran, uang, tenaga, dan waktu tapi kalau manja begini tidak usah masuk ke Lewoleba saja.
Ia mengatakan, Pokoknya dia masuk dia selesai. Apapun namanya kapal feri jangan masuk Lembata sebelum ini diperbaiki. Percuma juga masuk bikin orang sengara.
Wakil Bupati Muhamad Nasir yang saat itu berada di lokasi, bersama formalen tidak membatasi pernyataan formalen, entah kenapa.