Belu - Melakukan kunjungan kerja ke Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, pada Minggu (29/3/2026) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong transformasi ekonomi dengan menitikberatkan pada program “SMK Membangun Desa”.
Hal ini penting guna membangun pola produksi masyarakat desa dari sekadar menjual bahan mentah, menjadi penghasil produk olahan bernilai tambah.
Pemerintah Provinsi NTT ingin mengintegrasikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan desa guna memperkuat perekonomian berbasis potensi lokal.
Program “SMK Membangun Desa” sendiri sengaja dirancang untuk memperkokoh penerapan konsep One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product yang menuntut setiap entitas memiliki produk unggulannya masing-masing.
SMK diharapkan mampu mengambil peran sebagai pusat produksi sekaligus inovasi, tidak sekadar menjadi institusi pendidikan yang berfokus pada teori semata.
“Kita butuh sekolah yang tidak hanya teori, tapi langsung produksi, bahkan kalau bisa SMK di Belu harus berani jadi sekolah internasional karena kita di perbatasan,” cetusnya.
Melki menambahkan bahwa transformasi ekonomi tidak akan pernah terwujud tanpa adanya tekad kuat dari masyarakat itu sendiri untuk berubah.
“Tidak ada orang datang ubah nasib kita, kalau cara lama tidak membuat kita sejahtera berarti harus kita ubah dan kuncinya ada di kita sendiri,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa, pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah desa dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Belu.
Kegiatan yang diselenggarakan sejak 29 Maret hingga 1 April 2026 ini memusatkan pelatihannya pada keterampilan menenun ikat, menjahit, serta pengolahan pangan lokal dengan menyasar masyarakat desa, khususnya anak-anak putus sekolah.
“Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta mendorong kemandirian ekonomi desa,” rincinya.
Seluruh pembiayaan bersumber dari APBD Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sementara tenaga pendampingnya melibatkan guru dari SMK yang tergabung dalam MKKS serta mendapat dukungan langsung dari SMK Negeri 3 Kupang.
Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly Ch. Rambitan, menyatakan dukungan penuh jajarannya terhadap program ini sebagai langkah riil dalam menekan angka kemiskinan perdesaan.
“Kami berharap masyarakat, terutama anak-anak putus sekolah, benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan keluarga,” harap Elly.
Antusiasme warga Desa Teun tampak sangat tinggi dalam mengikuti rangkaian pelatihan hingga malam hari meski di tengah berbagai keterbatasan sarana.
Pada akhir sambutannya, Gubernur kembali mengingatkan bahwa kunci utama menyukseskan program ini terletak pada konsistensi masyarakat untuk mengubah pola produksi secara perlahan dari hal-hal kecil.
“Mulai dari yang kita bisa dan jangan menyerah, karena kalau kita konsisten, ekonomi desa pasti bergerak dan masyarakat akan lebih sejahtera,” pungkasnya.
Turut hadir mendampingi Gubernur dalam agenda tersebut antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTT Alfonsius Theodorus, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lery Rupidara, Sekretaris BPBD Johanes Takadosi, serta Plt. Kepala Bapenda NTT Johny Ericson Ataupah