Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


KMK Fakultas Hukum UNDANA Kupang Gandeng LBH Sikap beri Penyuluhan Hukum di Dusun Bakaor di Lembata.

Ketua Panitia Pelaksana, Libertus Daniel Balawawin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sistematis untuk mendekatkan hukum kepada masyarakat akar rumput.

Indonesiasurya
Minggu, 21 Juni 2026 | 18:33:02 WIB
Foto bersama

Lembata, 21 Juni 2026; - Lembaga Bantuan Hukum Sikap Lembata bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Katolik Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi hukum bagi masyarakat di Dusun Bakaor, Desa Wulandoni, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata.

Fokus kegiatan diarahkan pada dua substansi hukum yang dinilai strategis dalam memperkuat akses keadilan masyarakat desa, yaitu layanan Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Lembata dan implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Ketua Panitia Pelaksana, Libertus Daniel Balawawin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sistematis untuk mendekatkan hukum kepada masyarakat akar rumput.

“Banyak masyarakat desa belum memahami mekanisme akses terhadap bantuan hukum cuma-cuma. Melalui forum ini, kami menguraikan prosedur pengajuan bantuan hukum di Posbakum PN Lembata sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2014,” ujar Libertus.

Ia menambahkan bahwa minimnya literasi hukum sering kali menyebabkan masyarakat pasif dalam menyikapi permasalahan hukum yang dialami. 

“Kesadaran hukum yang rendah berimplikasi pada rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses penegakan hukum. Oleh karena itu, diseminasi informasi hukum menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun budaya hukum yang substantif di tingkat desa,” jelasnya.

Libertus juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi bantuan hukum dan institusi akademik dalam kegiatan penyuluhan. 

“Keterlibatan mahasiswa hukum dari FH Undana memberikan nilai tambah, karena mereka membawa perspektif akademis sekaligus semangat pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Direktur LBH Sikap Lembata, Juprians Lamabelawa, menegaskan bahwa pemenuhan hak atas bantuan hukum merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin konstitusi.

“Hak atas bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu telah dijamin secara normatif dalam Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Posbakum merupakan instrumen implementatif dari jaminan tersebut yang harus dioptimalkan pemanfaatannya,” kata Juprians.

Menurutnya, melalui Posbakum, masyarakat dapat memperoleh layanan hukum berupa konsultasi, pembuatan dokumen hukum, hingga pendampingan dalam proses peradilan tanpa dipungut biaya. 

“Negara telah menyediakan mekanisme ini. Tugas kami adalah memastikan informasi sampai dan dipahami oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Terkait implementasi KUHP baru, Juprians menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 membawa perubahan paradigma dalam sistem pemidanaan nasional.

“KUHP nasional mengandung sejumlah norma baru yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat, antara lain delik terhadap kehormatan, tindak pidana terhadap harta benda, serta tindak pidana terhadap ketertiban umum. Pemahaman terhadap norma-norma tersebut penting untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum yang bersifat tidak disengaja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman hukum preventif lebih efektif daripada represif. “Ketika masyarakat memahami batasan-batasan normatif, maka penyelesaian sengketa dapat diarahkan pada mekanisme non-litigasi yang lebih konstruktif dan memelihara harmoni sosial di tingkat desa,” jelasnya.

Juprians juga menyampaikan bahwa penguatan kapasitas hukum masyarakat desa merupakan prasyarat bagi terwujudnya negara hukum yang substantif. “Akses keadilan tidak boleh berhenti pada tataran normatif. Ia harus diwujudkan dalam praktik melalui edukasi hukum yang berkelanjutan dan kontekstual,” katanya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Masyarakat Dusun Bakaor mengajukan berbagai pertanyaan praktis terkait sengketa agraria, prosedur pelaporan tindak pidana, dan konsekuensi yuridis dari norma-norma baru dalam KUHP.

Turut hadir mendampingi kegiatan jajaran pengurus LBH Sikap Lembata, yaitu Sekretaris Charolus Songgur, Kabid Advokasi Rafael Ama Raya, Kabid Perempuan dan Anak Vinsensius Nuel Nilan, Kabid Study Kebijakan Publik Supriadi Lamadike, serta anggota Marianus Atanasius Wolor.

LBH Sikap Lembata menyatakan bahwa program penguatan literasi hukum ini akan disosialisasikan dan diperluas ke wilayah-wilayah lain di Kabupaten Lembata sebagai bagian dari strategi penguatan akses keadilan substantif bagi masyarakat desa. tutup


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Polisi Bantah Minta Uang 50 Juta Tebus Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

_Maaf, saya baru dapat baket dari Reskrim,” ujar Ipda Leonardus menjawab pertanyaan wartawan.

| Minggu, 21 Juni 2026
Tak Sekadar Ambil Rapor, SMAN 1 Nagawutung Teguhkan Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua

hasil belajar yang tertuang dalam buku laporan pendidikan tidak hanya mencerminkan capaian akademik siswa, tetapi juga m

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pimpin Pemberkatan Kapela dan Krisma di Atadei, Uskup Monteiro ; "Jadilah Tanda Keselamatan bagi Sesama"

Saya berharap akses jalan semakin baik, sehingga hasil bumi masyarakat bisa keluar dengan mudah dan kesejahteraan mening

| Sabtu, 20 Juni 2026
Disnaker Flores Timur Gencar Edukasi Pekerja Migran Aman

Dalam sesi tersebut, Disnaker membagikan informasi transparan mengenai tahapan-tahapan resmi yang wajib dilalui oleh seo

| Jumat, 19 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Dalam sambutan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, ditegaskan bahwa penetapan Perda No

| Jumat, 19 Juni 2026
Pembangunan Dapur MBG Di NTT Seret Nama Anggota DPD RI, BGN Diminta Ambil Sikap Tegas.

Nama anggota DPD RI Angelo Wake Keko (AWK), berada dalam pusaran Proyek negara tersebut setelah pembangunan tujuh gedung

| Jumat, 19 Juni 2026
Strategi BUMDes dalam Meningkatkan Pendapatan di Desa Lewoleben

Kepala Desa Lewoleben dalam sambutannya menyampaikan bahwa BUMDes memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan eko

| Jumat, 19 Juni 2026
Kata "OK" Ternyata Singkatan, Banyak Orang Tak Tahu Kepanjangannya

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengubah "Ok" menjadi "Oke". Lalu mengartikannya sebagai "kata untuk menyatakan setu

| Kamis, 18 Juni 2026
Skandal Solar Subsidi di Parepare: Dugaan Jual Beli Barcode SPBU Ujung Bulu Disorot Publik

Praktik tersebut diduga dimanfaatkan untuk memperoleh solar subsidi dalam jumlah besar yang kemudian disalurkan kepada p

| Kamis, 18 Juni 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6