Indonesiasurya.com || Kupang - Hidup mahasiswa itu ibarat serial drama china yang tak pernah tamat dan “tugas” selalu jadi musuh utama di setiap episodenya. Dari PR harian, makalah, presentasi, project kelompok sampai skripsi yang menunggu di ujung semester, tugas hadir tanpa permisi, tanpa di undang dan berhasil menciptakan desiran aneh di dalam hati setiap mahasiswanya.
Desiran ini bukan karena dimabuk cinta sebaliknya karena kepanikan dan kegelisahan yang meliputi jiwa raga kami.
Setiap deadline terasa seperti final boss dalam game: kalau gagal, efeknya seperti “game over” nilai ikut turun, hati ikut remuk,
gegana: gelisah, galau, merana.
lucu nya, pertarungan ini kadang membuat mahasiswa merasa seperti superhero modern: bisa ngerjain tugas sambil scroll media sosial, tiduran sambil pegang laptop, dan nge-zoom sambil setengah tidur. Tapi jangan salah, di balik humor itu ada tekanan nyata.
Tekanan inilah yang memicu kreativitas mahasiswa. Kreativitas kadang muncul bukan karena ide brilian, tapi karena rasa takut dan deadline yang sudah di depan mata.
Namun, dari semua drama ini, ada pelajaran penting: tugas mengajari kita tentang prioritas, kreativitas, dan ketahanan mental. Bahkan, beberapa mahasiswa menganggap tugas sebagai “gym otak” bikin stres, tapi bikin kuat di waktu bersamaan.
Dengan sedikit humor, campuran air mata dan doa singkat yang menjadi saksi bisu pertarungan antara mahasiswa dan tugas.
Tugas mungkin tak pernah habis, tapi mahasiswa tetap eksis kadang menang, kadang kalah, tapi selalu punya cerita lucu untuk dibagikan. Karena di dunia kampus, pertarungan ini memang tak akan pernah usai dan itulah yang bikin hidup mahasiswa menjadi lebih berwarna dan bermakna.