Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Mengkritisi tentang Masalah sosial di kota Kupang

Oleh ; Paulina Defriani Anugera Nim:43123010 Mahasiswa ilmu komunikasi UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Rabu, 10 Desember 2025 | 22:15:52 WIB
Ilustrasi

Di tengah harapan menjadi kota yang maju dan layak huni, Kupang justru terus berkutat dengan persoalan dasar yang kian mengkhawatirkan: tumpukan sampah yang menggunung di sudut-sudut jalan, arus lulusan sarjana yang memilih merantau karena tak menemukan ruang berkarya, kemacetan yang selalu memuncak pada hari kerja dan perayaan besar, hingga krisis air bersih yang tak kunjung terselesaikan dari tahun ke tahun. Kota ini seakan berdiri di persimpangan antara potensi besar dan realitas pahit yang menjerat warganya. Maka pertanyaannya kini, mampukah Kupang menata dirinya sebelum kehilangan lebih banyak sumber daya, baik alam maupun manusianya?

Pertama, soal sampah. Kadang kalau jalan di beberapa tempat, masih saja kelihatan tumpukan sampah yang numpuk. Entah karena warganya yang belum disiplin buang sampah pada tempatnya, atau karena pengangkutan sampah yang tidak teratur. Intinya, masalah ini terus muncul tiap tahun.

Lalu ada masalah air bersih. Ini kayak masalah klasik yang tidak kelar-kelar. Saat musim kemarau, banyak warga yang kesulitan dapat air. Akhirnya harus beli dari mobil tangki, dan harganya lumayan bikin kantong tipis. Di kupang sini mayoritas semua orang menggunakan air sumur untuk mata air mereka di karenakan ada beberapa rumah yang jauh dari sumber air PAM, oleh karena itu banyak orang yang membutuhkan air tengki juga namun harganya juga lumayan, itu yang bikin waga banyak mengeluh kasian untuk keluarganya yang ekonomnya tdk bekecukupan, unruk membeli air  minum bersih dari gallon saja mereka susah yang mengharuskan mereka meminum air sumur yang banyak mengandung kapur.

Selain itu, banyak anak muda di Kupang yang sudah lulus sekolah atau kuliah, tapi masih bingung cari kerja. Lapangan kerja belum banyak, jadi banyak yang akhirnya pilih merantau ke luar daerah.

Transportasi juga mulai jadi masalah. Jalan makin rame, kendaraan makin banyak, tapi kapasitas jalan masih itu-itu saja. Kadang kalau jam sibuk, macetnya bisa bikin pusing.

Apalagi kalo sekarang musim hujan tambah lagi persipan natal  itu juga lebih macet dimana-mana,di tambah lagi dengan adanya berbagai kreativitas dari berbagai orang yang membuat banyak pohon natal menarik yang membuat peminat untuk foto di sana  itu macetnya bikin pusing  harusmya mereka bikin space untuk tempat parkir yang bagus dan rapi bagi orang yang ingin foto di pohon natal  supaya pengendara lain yang ingin lewat jalur itu tdk macet trs berjalan trs dan rapi sambal melihat keindahan pohon natal kreasi dari mereka orang-orang hebat.

Menurut saya, Kupang bisa banget jadi kota yang lebih maju dan nyaman, tapi kita semua harus terlibat. Pemerintah perlu meningkatkan pelayanan, dan masyarakat juga harus ikut menjaga kota. Kalau kerja sama, pasti Kupang bisa jadi lebih baik.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Surat somasi beredar luas di medsos, Bupati Lembata Kanisius Tuaq "saya tidak mau menghakimi siapapun"

Saya menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun saya tegaskan dengan sangat jelas: persoalan

| Minggu, 06 September 2026
Hama kutu putih serang tanaman di Lembata, dinas pertanian gerak cepat antisipasi penyebaran.

PLT kadis pertanian, Ade Hasan Yusuf kepada media ini melalui pesan singkat wa menulis, terkait serangan hama kutu putih

| Sabtu, 05 September 2026
Lima mobil operasional BPBD Lembata rusak, Siapa makan Anggaran perbaikan?

Kalau ada anggaran yang dikeluarkan tapi kendaraan belum juga bisa beroperasi, orang bisa berpersepsi jangan-jangan u

| Sabtu, 05 September 2026
Warga kota Lewoleba dukung wacana hadirnya Alfamart dan indomart di Lembata

Cristina Ischar Ladjar warga kota Lewoleba kepada media ini mengatakan bahwa dirinya mendukung kehadiran Alfamart dan In

| Sabtu, 05 September 2026
Dua Pelajar Diduga Curi HP Milik Siswa Saat Perkemahan, Polres Soppeng Bergerak Cepat

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp5 juta. Selanjutnya, kejadian tersebut

| Sabtu, 05 September 2026
Baramakassar Ucapkan Selamat atas Amanah Baru AKBP Yudha Widyatama Nugraha

Pengangkatan tersebut menjadi amanah sekaligus kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendukung terc

| Kamis, 03 September 2026
Perkuat Perang Melawan AIDS, TBC, dan Malaria, Bupati Lembata Tegaskan Data dan Anggaran Harus Sejalan

Pemaparan data kita musti lebih selektif, lebih hati-hati terutama dalam penggalian data atau survei harus kredibel, dap

| Kamis, 03 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10