Hujan dengan intensitas tinggi yang mulai mengguyur wilayah Nusa Tenggara Timur sejak awal Desember meningkatkan risiko terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kupang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Masruddin B. Kotta, mengatakan sejumlah wilayah dengan kondisi topografi perbukitan, daerah aliran sungai, dan dataran rendah menjadi kawasan yang paling berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi selama musim hujan.
“Curah hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dapat memicu luapan sungai serta pergerakan tanah, terutama di wilayah yang secara geografis rawan banjir dan longsor,” ujar Masruddin saat dikonfirmasi, Selasa (10/12).
Menurutnya, BPBD Kabupaten Kupang telah melakukan pemetaan daerah rawan serta menyiagakan personel bersama pemerintah kecamatan dan desa. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda awal bencana seperti retakan tanah, debit air sungai yang meningkat, maupun hujan lebat yang berlangsung lama.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Yohanes L. Ndoen, menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Kupang sepanjang bulan Desember.
“Hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor,” jelas Yohanes.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal informasi resmi serta menghindari aktivitas di area rawan saat cuaca ekstrem terjadi.
BPBD Kabupaten Kupang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat selama musim hujan. Warga diimbau untuk mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan pemerintah, serta siap melakukan evakuasi apabila situasi darurat terjadi.