Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Polres Gowa Tetapkan Mantan Lurah Tombolo sebagai Tersangka Korupsi PTSL, Terungkap Kerugian Negara Rp307 Juta

Polres Gowa memastikan penyidikan masih terus berjalan dan membuka peluang pengembangan terhadap pihak lain apabila ditemukan keterlibatan dalam aliran pungutan liar tersebut.

Indonesiasurya
Rabu, 19 November 2025 | 15:10:54 WIB
Foto

Indonesiasurya.com | Gowa, 19 November 2025 — Praktik penyalahgunaan wewenang kembali mencuat di lingkup pemerintahan daerah. Polres Gowa secara resmi menetapkan mantan Lurah Tombolo, Agustaman AR, S.Sos, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pungutan liar (pungli) Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2024. Informasi ini disampaikan oleh Kapolres Gowa, AKBP Aldy Sulaiman, dalam konferensi pers pada Selasa malam (18/11/2025).

Kapolres menegaskan bahwa penyidikan Tipikor menemukan indikasi kuat adanya praktik mark-up biaya PTSL yang dilakukan secara sistematis dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Unit Tipikor Polres Gowa telah mengamankan satu terduga pelaku terkait dugaan tindak pidana korupsi dan pungutan liar dalam kegiatan PTSL,” jelas AKBP Aldy.

PTSL Dikorupsi, Warga Dirugikan hingga Jutaan Rupiah

Dari hasil penyidikan, terungkap bahwa 78 bidang tanah menjadi objek penyimpangan. Warga yang sesuai ketentuan hanya berkewajiban membayar biaya resmi Rp250.000, justru dipungut hingga rata-rata Rp5.000.000 per bidang.

Praktik tersebut menghasilkan pungutan liar mencapai Rp307.000.000, yang saat ini dikategorikan sebagai kerugian negara dan kerugian masyarakat.

Barang Bukti Lengkap, Unsur Pidana Menguat

Unit Tipikor Polres Gowa telah memeriksa 10 saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai, berkas pendaftaran, hingga kwitansi yang memperkuat konstruksi hukum terkait penyalahgunaan jabatan.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar S.Sos, S.H., M.H, menuturkan bahwa kasus ini mengemuka setelah adanya informasi terkait pungutan liar dalam proses penerbitan sertifikat tanah PTSL.

“Setelah kami terima informasi tersebut, kami lakukan penyelidikan mendalam dan benar ditemukan adanya pungutan liar,” ujarnya.

Mutasi Jabatan Tidak Menghapus Pertanggungjawaban Hukum

Agustaman AR, S.Sos yang kini mengemban tugas sebagai Kasi Umum Kelurahan Bonto Lempangan, tetap harus menjalani proses hukum tanpa pengecualian. Ia dijerat Pasal 12 Undang-Undang Tipikor, dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun penjara.

Polres Gowa memastikan penyidikan masih terus berjalan dan membuka peluang pengembangan terhadap pihak lain apabila ditemukan keterlibatan dalam aliran pungutan liar tersebut.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tim Kesehatan TMMD Ke 129 Kodim 0210/TU Bantu Posyandu Cek Kesehatan Warga Lansia

Ada 50 Lansia memadati kegiatan Posyandu yang menjadi bagian dari program non fisik TMMD ke 129 Kodim 0210/TU

| Selasa, 21 Juli 2026
Senyum Kesehatan Satgas TMMD ke 129 Kodim 0210/TU Bantu Posyandu Balita di Desa Sijarango

Kegiatan ini menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi balita dan lansia di wilayah sasaran progra

| Selasa, 21 Juli 2026
Apel Penerimaan Murid Baru SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen Bersama Membangun Pendidikan Berkualitas

Prosesi apel diawali dengan penyerahan murid baru secara simbolis oleh Ketua Komite Sekolah, Petrus Gehak Ladoangin, kep

| Selasa, 21 Juli 2026
Hujan Tak Halangi Satgas TMMD Kodim 0210/TU Selesaikan Pembangunan RTLH di Desa Sjarango

Mayor Arh AS Butarbutar, SH, MH, selaku Wadansatgas TMMD 129 Kodim 0210/TU, menyatakan bahwa Pembangunan RTLH ini merupa

| Selasa, 21 Juli 2026
PLTU Sambelia dan Infrastruktur Kelistrikan NTT Jadi Fokus PLN UIP Nusra Semester II 2026

Senior Manager Perencanaan PT PLN (Persero) UIP Nusra, Sugeng Santoso, mengatakan ketiga proyek tersebut merupakan bagia

| Senin, 20 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 17