Masalah kebersihan dan sampah di Kupang mencerminkan tantangan yang cukup kompleks, bukan hanya soal kemampuan pemerintah dalam menyediakan fasilitas tetapi juga berkaitan dengan budaya, kebiasaan, dan sikap masyarakat terhadap sampah.
Kupang punya potensi dan sudah melakukan banyak langkah positif, tapi berbagai elemen belum sinkron:.
Menurut catatan kami ada beberapa faktor yang mesti di evaluasi dan diperhatikan seperti ;
- Fasilitas dan regulasi sudah terlalu lama tertinggal dibanding kebutuhan nyata lapangan.
• Kesadaran masyarakat masih perlu ditumbuhkan perilaku membuang sampah sembarangan, tidak memilah, kurang tanggung jawab lingkungan masih sering terlihat.
• Keterbatasan sumber daya (armada, tenaga, dana).
• Karena TPA Alak masih memakai open dumping, dampak negatifnya bukan hanya estetika, tapi juga kesehatan dan lingkungan jangka panjang sangat serius.
Dalam konteks kota yang terus berkembang, kebersihan dan pengelolaan sampah harus menjadi prioritas tinggi bukan hanya karena idealisme kebersihan, tetapi juga karena dampaknya pada kesehatan publik, citra kota, pariwisata, dan kualitas hidup masyarakat.