Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Saat Hutan Sumatra Hilang—Kerugian Ekologis yang Tak Ternilai

Nama penulis: Andri Nim: 43123036 . Prodi Ilmu komunikasi UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Selasa, 16 Desember 2025 | 00:31:02 WIB
Foto

Sebagai pencinta Lingkungan saya  tidak bisa menyembunyikan keprihatinan saya ketika melihat data satelit mengenai luas hutan di Sumatra yang musnah setiap tahun akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ini adalah bencana lingkungan permanen yang dampaknya jauh melampaui kabut asap temporer. Setiap hektare hutan yang hilang adalah kerugian ekologis tak ternilai bagi Indonesia dan generasi bangsa seterusnya 


.Hutan Sumatra, khususnya lahan gambut, adalah aset lingkungan yang kompleks. Saat hutan terbakar, kita kehilangan fungsi alamiah yang menjaga keseimbangan lingkungan:


Gudang Karbon Global Musnah: Hutan gambut adalah tempat penyimpanan karbon terbesar di daratan. Ketika lapisan gambut yang kering terbakar, karbon yang telah tersimpan ribuan tahun dilepaskan ke atmosfer dalam jumlah masif. Saya melihat ini sebagai kontribusi besar Indonesia terhadap pemanasan global, sebuah fakta yang harus diakui berdasarkan data emisi.

Hilangnya Pengendali Air: Hutan yang utuh berfungsi sebagai spons raksasa. Hilangnya pohon dan rusaknya lapisan gambut berarti kapasitas tanah menyerap dan menahan air berkurang drastis. Akibatnya, wilayah yang sama akan rentan terhadap banjir dan tanah longsor saat musim hujan, dan dilanda kekeringan ekstrem saat kemarau.


Kepunahan Hayati yang Diam: Hilangnya hutan adalah hilangnya rumah. Bagi saya, musnahnya habitat bagi spesies endemik seperti Orangutan, Harimau Sumatra, atau Badak adalah kerugian yang tidak dapat digantikan. Kerusakan keanekaragaman hayati ini adalah cerminan dari kegagalan kita mengelola lingkungan.


Sebagai generasi mudah Kita tidak bisa membiarkan siklus ini berulang. Tindakan hukum yang tegas terhadap pembakar lahan skala besar harus menjadi prioritas. Namun, solusi mendalamnya ada pada restorasi.

Kita harus mendukung penuh penguatan peran Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Restorasi harus bersifat ekologis, yaitu mengembalikan tinggi muka air (rewetting) dan menyegel kanal-kanal drainase. Ini adalah satu-satunya cara saintifik untuk mencegah gambut mengering dan terbakar lagi.

Tata Kelola Lahan Wajib Direvisi: Pemerintah harus secara ketat mengawasi dan meninjau ulang izin-izin Hak Guna Usaha (HGU) di lahan gambut. Kepatuhan terhadap aturan tata kelola air dan pemanfaatan lahan berkelanjutan harus menjadi harga mati bagi korporasi.

Saya percaya, dengan keseriusan dan niat baik, kita mampu keluar dari bencana lingkungan ini. Kita tidak bisa lagi menutup mata pada fakta bahwa kerusakan hutan hari ini adalah bencana bagi generasi mendatang.

Oleh karena itu, saya mendesak semua pihak, terutama para pengambil kebijakan, untuk menjadikan pemulihan ekosistem hutan dan gambut Sumatra sebagai prioritas utama dan abadi. Masa depan lingkungan kita bergantung pada tindakan kita hari ini untuk masa depan yang lebih baik.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Baramakassar Ucapkan Selamat atas Amanah Baru AKBP Yudha Widyatama Nugraha

Pengangkatan tersebut menjadi amanah sekaligus kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendukung terc

| Kamis, 03 September 2026
Perkuat Perang Melawan AIDS, TBC, dan Malaria, Bupati Lembata Tegaskan Data dan Anggaran Harus Sejalan

Pemaparan data kita musti lebih selektif, lebih hati-hati terutama dalam penggalian data atau survei harus kredibel, dap

| Kamis, 03 September 2026
Semangat Hari Lahir Adhyaksa ke-81, Kapolres Kolaka Dorong Penegakan Hukum yang Humanis dan Berintegritas

Sinergi antara Polri dan Kejaksaan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan proses penegakan hukum yang profesional, trans

| Kamis, 03 September 2026
PMKRI Sambangi Penyintas Gempa Flores di Manggarai Barat, Salurkan Bantuan dan Serap Aspirasi Warga

Pendataan dan dokumentasi yang kami lakukan hari ini akan menjadi basis advokasi mendesak. Kami akan terus mendesak peme

| Kamis, 03 September 2026
Damailah di Perkemahan Langit

Puisi Mery Costantiana Lola

| Selasa, 01 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5