Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Wakil Presiden RI dijadwalkan Lakukan Kunjungan Kerja Ke Sikka, Ketua BPAN Flores Bagian Timur Minta Kesempatan Bertemu Untuk Berdialog Membahas Konflik HGU

Solusinya adalah dialog, bukan gusur, karena Nanghale-Patiahu bukan Tanah kosong. Di atas tanah itu terbentang sejarah asal usul, struktur adat, hukum adat, wilayah adat dan sumberdaya alam," kata Adrianus Lawe.

Indonesiasurya
Rabu, 23 April 2025 | 10:07:36 WIB
Ketua BPAN Flores bagian Timur

Sikka, Indonesiasurya com - Wakil Presiden RI (Gibran Rakabuming Raka) direncanakan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka pada 24-25 April 2025,

Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Flores Bagian Timur, Adrianus Lawe, meminta Wakil Presiden untuk berdialog langsung dengan masyarakat adat Soge dan Goban yang sedang menghadapi konflik Hak Guna Usaha (HGU) dengan PT Krisrama.

Masyarakat adat Soge dan Goban telah lama berjuang untuk melindungi tanah leluhur mereka dari pengambilalihan oleh PT Krisrama, yang telah mengantongi 10 sertifikat HGU dari ATR/BPN.
Konflik ini telah menyebabkan dampak yang signifikan bagi masyarakat adat, mulai dari penggusuran tanaman dan 120 rumah warga, pengerusakan fasilitas pendukung seperti sumur dan listrik, penahanan 8 orang warga adat selama 10 bulan di Rutan Maumere, dan 1 orang meninggal dunia akibat konflik ini.

Adrianus Lawe mengungkapkan bahwa konflik ini memanas ketika Badan Pertanahan Nasional kabupaten Sikka mengabaikan rekomendasi pengadministrasian hasil identifikasi dan verifikasi temuan tanah ulayat  suku Soge dan Goban oleh ATR/BPN pusat di tahun 2021 lalu.
PT Krisrama kemudian memaksakan kehendak untuk menerbitkan SK HGU tanpa melakukan FPIC bersama masyarakat adat di tahun 2023 lalu.

Dalam konteks konflik ini, Adrianus Lawe mengatakan Masyarakat adat Soge dan Goban merupakan kelas yang dieksploitasi oleh PT Krisrama, yang diduga hanya mengincar keuntungan ekonomi tanpa memperhatikan hak-hak masyarakat adat.

"Masyarakat adat adalah subjek hukum yang lahir secara alamiah harusnya memiliki kekhususan dan menjadi prioritas dalam pengadminitrasian tanah ulayat berdasarkan hasil identifikasi, bukan seperti PT Krisrama  yang tidak memiliki dasar yang jelas dalam pengertiannya 10 SK HGU nya," kata Adrianus Lawe.

Adrianus Lawe meminta Wakil Presiden untuk bertemu dan mendengarkan langsung aspirasi dan tuntutan masyarakat adat yang telah dikriminalisasi oleh PT Krisrama.

"Solusinya adalah dialog, bukan gusur, karena Nanghale-Patiahu bukan Tanah kosong. Di atas tanah itu terbentang sejarah asal usul, struktur adat, hukum adat, wilayah adat dan sumberdaya alam," kata Adrianus Lawe.

Kami berharap Wakil Presiden dapat memahami aspirasi dan tuntutan masyarakat adat Soge dan Goban, dan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan konflik HGU yang berlarut-larut ini. Dengan demikian, diharapkan masyarakat adat dapat hidup dengan damai dan sejahtera di tanah leluhur mereka.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Stok Obat Di Gudang Dinas Kesehatan Ada, Plt.Kadis Kesehatan "Tidak Benar Kalau Dibilang Kosong"

Ada 69 Koli obat di gudang farmasi dinas kesehatan, tinggal permintaan dari puskesmas maka, kami akan diatribusikan ke m

| Selasa, 02 Juni 2026
Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 13