Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Antara Kampus dan Jalanan: Potret Perjuangan Mahasiswa Maxim di Kota Kupang

Penulis : Leonardus Salvador Elton Fernandez Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universita Katolik Widya Mandira Kupang

Indonesiasurya
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 13:53:32 WIB
Ilustrasi

Indonesiasurya.com, Kupang - Menjadi mahasiswa sering dianggap sebagai masa yang penuh semangat dan kebebasan. Namun, di balik kehidupan kampus yang terlihat menyenangkan, ada banyak mahasiswa yang harus berjuang keras untuk bisa tetap kuliah.

Salah satu gambaran nyata dari perjuangan itu bisa kita lihat pada mahasiswa yang bekerja sebagai pengemudi Maxim di Kota Kupang.

Mereka adalah sosok-sosok yang berjuang di dua dunia sekaligus: dunia pendidikan dan dunia kerja.

Di Kota Kupang, banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti Undana, UKAW, Unwira, dan kampus lainnya yang memilih menjadi driver Maxim untuk menambah penghasilan.

Setelah mengikuti perkuliahan di pagi atau siang hari, mereka berganti jaket dan helm, lalu turun ke jalan mencari penumpang atau mengantar pesanan.

Kehidupan mereka diwarnai dengan jadwal padat, panas terik, bahkan hujan yang tidak menentu, namun semangat mereka untuk tetap bertahan dan menyelesaikan kuliah tidak pernah padam.

Alasan utama mereka bekerja sebagai pengemudi Maxim tentu karena kebutuhan ekonomi. Biaya kuliah, kos, makan, dan keperluan sehari-hari di Kota Kupang terus meningkat. Tidak semua mahasiswa memiliki keluarga dengan kemampuan ekonomi yang kuat. Ada yang menanggung biaya sendiri, ada pula yang membantu keluarga di kampung.

Bekerja sebagai driver Maxim menjadi pilihan yang realistis karena jam kerjanya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jadwal kuliah.

Namun, di balik pilihan itu, ada banyak tantangan yang mereka hadapi. Waktu belajar sering terganggu karena harus bekerja hingga malam hari. Kadang, rasa lelah membuat mereka sulit fokus di kelas. Ada pula risiko di jalan seperti macet, hujan, bahkan bahaya kecelakaan.

Selain itu, sebagian masyarakat masih memandang sebelah mata pekerjaan sebagai pengemudi ojek online. Padahal, tidak ada yang salah dengan bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Justru pekerjaan itu menunjukkan kemandirian dan tanggung jawab seorang mahasiswa.

Mahasiswa Maxim di Kupang adalah contoh nyata generasi muda yang tidak menyerah pada keadaan. Mereka berani keluar dari zona nyaman dan berjuang dengan cara mereka sendiri. Di tengah panasnya jalan El Tari, Bundaran PU, atau jalur ke Oebobo dan Penfui, mereka tetap membawa semangat untuk menuntut ilmu dan mengejar cita-cita.

Mereka membuktikan bahwa kemiskinan atau keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Pihak kampus dan masyarakat seharusnya memberi apresiasi dan dukungan kepada mahasiswa seperti mereka. Kampus bisa lebih memahami kondisi mahasiswa pekerja dengan memberikan fleksibilitas jadwal atau kebijakan yang lebih manusiawi.

Sementara masyarakat perlu mengubah cara pandang bahwa bekerja sambil kuliah bukanlah hal yang memalukan, melainkan bentuk nyata dari kemandirian dan kerja keras.

Pada akhirnya, mahasiswa Maxim di Kota Kupang mengajarkan kita arti sebenarnya dari perjuangan. Mereka bukan hanya berjuang melawan lelah dan panasnya jalanan, tetapi juga melawan keadaan agar tetap bisa berpendidikan.

Di balik helm dan jaket hijau-kuning yang mereka kenakan, tersimpan semangat besar dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Perjuangan mereka mungkin terlihat sederhana, tetapi maknanya begitu dalam.

Mereka adalah bukti bahwa cita-cita tinggi bisa tetap dikejar, bahkan dari atas motor di jalanan Kota Kupang.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bupati Kanis Dorong Peremajaan Jambu Mete, Lembata Kejar Investasi 2 Ribu Hektar

Rapat koordinasi yang dihadiri para penyuluh pertanian, Kepala Bappelitbangda, serta Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan

| Senin, 31 Agustus 2026
Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan Rp700 Juta untuk Korban Gempa NTT

Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah di seluruh Bali yang de

| Senin, 31 Agustus 2026
Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terha

| Minggu, 30 Agustus 2026
KISRUH UMRAH JOMBANG! Travel Bantah Keras Tuduhan, Sebut Tiket Sudah Disiapkan

PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan: tiket telah disiapkan, pihak travel telah berada di bandara, dan perusahaan meny

| Minggu, 30 Agustus 2026
Bupati Lembata Serahkan SK Kepala Sekolah dan Guru, Tegaskan Jabatan Bukan Akhir Pengabdian

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Akhiri Ketidakpastian Pengukuran Tanah, BPN Lembata Luncurkan Sistem FIFO Terjadwal

Pengukuran bidang tanah, yang menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan data pertanahan, kini dikelola berda

| Jumat, 28 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 13