Lembata - Menjawab kerinduan umat buangbuto kecamatan Buyasuri Kabupaten Lembata Provinsi NTT, sebuah hamparan yang jadi daerah pertanian dan dihuni warga dari berbagai desa, tepat pada, 15 Agustus 2026 Kapela Laurensius paroki Santa Maria Pembantu Abadi Aliuroba diresmikan oleh Deken Lembata Romo Blasius Masan Kleden
Romo Blas Kleden dalam sambutan mengatakan, hadiah rumah Tuhan yang indah ini semoga bisa dimanfaatkan dengan baik.
"Saya memberikan apresiasi kepada frater Benyamin Tunggu, cmm yang membawa donatur, bersama umah diwilayah ini untuk menyelesaikan pembagunan kapela ini" ungkap Romo Blas
Sebelumnya Romo Sinyo Dagones dalam homili misa syukur pemberkatan Kapela mengatakan, dalam Injil ditulis biarkan anak-anak datang pada- Ku.
Sebuah pengalaman iman bagi umat di buangbuto, tempat yang jauh dari keramaian, kita bersyukur kepada para pihak yang telah membantu dengan keikhlasan untuk membangun Kapela ini.
"Ini rumah Tuhan tempat kita berdoa, merayakan persekutuan dengan Kristus hendaknya kita mencintai Kapela ini dengan menjaga dan merawat Kapela ini dengan baik agar dari Kapela ini berkat melimpah bagi umat, tempat ini dan tanah ini" ungkap Romo Sinyo
Sementara itu Anjelina Lonek Ketua panitia acara peresmian Kapela dalam sambutan memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Mr. John Deraiter dan Ibu Linda yang telah membantu umat buangbuto membangun Kapela Laurensius ini. Kepada Romo Deken Blasius Kleden, Romo Sinyo DaGomes, Romo Emanuel Kewa Ama pastor paroki Santa Maria Pembantu Abadi Aliuroba , pater Anis.,SVD biarawan Indonesia di Polandia yang telah ambil bagian dalam peresmian Kapela santu Laurensius, kongregasi cmm, camat Buyasuri Luis Ladjar, para dermawan, umat stasi Santu paulus biarwala, santu Elisabet buributun, santu Petrus umaleu, Santo Antonius Padua aihua, Santo Yakobus leuburi, umat Santu Yusup Leudawan juga semua umat yang tidak bisa kami sebut satu persatu yang telah dengan caranya membantu pembagunan kapela ini dan panitia yang telah bekerja hingga berdirinya Kapela ini.
Kapela ini dibangun karena kerinduan umat di wilayah ini. Jadikan Kapela ini sebagai rumah persaudaraan, rumah pewartaan dan iman umat semakin bertumbuh serta menjadi berkat
Frater Benyamin Tunggu.,CMM putra desa Biarwala, salah satu inisiator pembangunan Kapela dalam sambutan menyampaikan, ucapan terimakasih untuk Mr. John Deraiter dan Ibu Linda yang telah membantu umat buangbuto membangun Kapela Laurensius ini. Kepada Romo Deken Blasius Kleden, Romo Sinyo DaGomes, Romo Emanuel Kewa Ama pastor paroki Santa Maria Pembantu Abadi Aliuroba, Romo Antonius Kia Uba mantan Pastor Paroki aliuroba, pater Anis ,SVD atas dukungan, motivasi semua pihak hingga berdiri dan diresmikannya Kapela ini.
Frater Benyamin mengkisahkan kenangan masa kecilnya di tempat itu. Bahwa sejak lama umat di buangbuto setiap Minggu berdoa di ebang bahkan dibawah pohon asam untuk merawat iman.
"Saya kagum dengan iman umat disini. Saya berdoa agar Tuhan menjadikan saya perantara bagi umat membangun rumah ibadah di tempat ini dan Tuhan dengan kebesaran Nya menjawab doa dan harapan kami" cerita Frater Benyamin
Saya yakin banyak doa dari umat, hingga kami bisa mencapai lebih dari cukup dan tepatnya, 24 maret 2023 dilakukan peletakan batu pertama pembagunan kapela yang hari ini diresmikan.
Dengan segala keterbatasan, Kapela ini baru bisa diselesaikan setelah empat tahun pembangunan. Saya berharap umat, para petani, di retuopo juga buangbuto, beniteban, pae, weilaa, kokoq, pahangwaq dan yang lainnya bisa bergabung memanfaatkan rumah ibadah ini.
"Mari kita Merawat kebersamaan dan persatuan umat agar jadi berkat bersama" ungkap Frater Benyamin.
Sementara itu Ibu Linda salah satu donatur dalam sambutan mengatakan, Kapela ini tidak hanya dibangun dengan batu dan semen tapi banyaknya doa dari eropa dan Indonesia.
"Keringat, air mata dan persembahan kita dijawab Tuhan. Semoga Kapela ini menjadi berkat bagi kita sesuai ajaran Yesus" ungkap Linda
Linda mengatakan dirinya membantu umat dengan mengumpulkan donasi dari para donatur untuk menyelesaikan pembangunan Kapela ini. Kita ucapakan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kita.
Linda dengan linangan air mata mengucapkan syukur atas kerja keras, doa dan harapan karena, untuk bangun Kapela ini, banyak ibu-ibu yang sudah tua ikut kumpul batu, para orang tua terlibat langsung.
Dengan hadirnya Kapela ini, tidak perlu lagi kalian berdoa bernyanyi di bawah pohon asam. Gunakan Kapela ini untuk bersekutu dengan Tuhan dan mengucap syukur atas berkat.
Camat Buyasuri Luis Ladjar mewakili pemerintah daerah pada kesempatan tersebut mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada para donatur, Romo Deken, Romo sinyo, pastor paroki, dan semua pihak yang telah bergerak dengan cinta untuk hadirnya Kapela ini.
Pemerintah berterimakasih karena gereja hadir membina iman umat di kecamatan Buyasuri.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut Gregorius Amo mantan anggota DPRD Lembata, sani rimba raya kepala dinas lingkungan hidup, Emanuel Ubuq anggot adprd Lembata, biarawati dari ordo, YMY, PMY, Fransisnis penyembah salib suci, CIJ,
Misa syukur dipimpin 6 imam yakni, Romo Gabriel Unto dasilva.romo Blasius Masan Kleden, Romo sinyo DaGomes, Romo Anis.,SVD, Romo Antonius Kia Uba, dan pastor paroki Emanuel Kewa Ama.