Untukmu Ketua Kwarda Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk yang mangkat di arena perkemahan Jambore Nasional Pramuka 2026
Malam ini tenda kita sepi tanpa suaramu
Peluit perak yang biasa memecah fajar kini membeku
Api unggun tak lagi setinggi dulu
Karena penjaga bara itu telah pergi ke pangkuan Sang Pencipta
Kau ajarkan kami arti Taqwa dalam hening doa sebelum tidur
Cinta alam dan kasih sayang sesama dalam tiap pohon yang kau lindungi
Patuh dan suka bermusyawarah dalam lingkaran api yang hangat
Dasa Darma bukan sekedar hafalan tapi nafas dalam tiap langkahmu
Rela menolong dan tabah – itu kau, saat hujan mengguyur kemah
Hemat, cermat, bersahaja ¬– itu bajumu yang sederhana namun berwibawa
Rajin, trampil, gembira – itu tawamu saat kami gagal mendirikan tenda
Disiplin, berani, setia – itu suaramu saat upacara bendera
Masih teringat simpul yang kau ikatkan di lengan kami
Bukan simpul tali, itu simpul janji persaudaraan
Masih terasa riuh tepuk tanganmu saat kami lelah
“Bangkit! Pramuka tak kenal kata menyerah!”
Kini kau t’lah pergi ke perkemahan abadi
Membawa Satyaku kudharmakan di dada
Meninggalkan kami dengan Dharmaku kubaktikan di bahu
Sebuah amanah yang berat tapi mulia
Hutan tempat kita berlatih kini menangis dalam diam
Sungai tempat kita belajar bertahan kini mengalir sendu
Bendera setengah tiang, peluit setengah nafas
Guru kami telah dipanggil pulang
Salam Pramuka terakhir kami untukmu, Pembina
Tiga jari ke pelipis, seribu rindu di hati
Pergilah dengan tenang
Kami janji, nilai-nilai yang kau tanam tetap kami jaga
Sampai kami menyusulmu di perkemahan langit
Cibubur Jakarta Timur, 16 Agustus 2026
Mery Costantiana Lola
Penyuka puisi, Kepala UPTD SD Inpres Oelmasi Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, Penulis Antologi Puisi “Orang Pilihan” (2020) dan “Lentera dalam Badai” (2025) dan Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia Cabang Kabupaten Kupang