Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Mgr. Paulus Antonius Sani Kleden,S.V.D.: Uskup Muda yang Menorehkan Jejak Sejarah Gereja di Bali

la memiliki visi kuat tentang Gereja yang inklusif dan partisipatif, dengan menekankan kerja sama antara kaum awam dan hierarki sebagai satu tim pelayanan

Indonesiasurya
Rabu, 11 Maret 2026 | 08:42:18 WIB
Foto

Indonesiasurya.com - Mgr. Paulus Antonius Sani Kleden, S.V.D. bukan hanya tercatat sebagai Uskup Denpasar pertama, tetapi juga

sebagai salah satu gembala Gereja Katolik Indonesia yang meninggalkan warisan besar dalam usia yang relatif singkat.

la lahir pada 26 Juni 1924 di Waibalun, Larantuka, Flores Timur, dari pasangan Yosep Suban Kleden dan Maria Kemohun Kean-sebuah keluarga sederhana yang kelak
melahirkan sosok pemimpin Gereja
berkaliber nasional.

Perjalanan panggilannya dimulai dari Seminari Mataloko, sebuah lembaga pendidikan imam yang telah melahirkan banyak tokoh Gereja besar dari Nusa Tenggara.

Pada 20 Agustus 1950, Paulus Sani Kleden ditahbiskan menjadi imam Serikat Sabda Allah (S.V.D.).

Sejak awal, ia dikenal sebagai imam yang cerdas, rendah hati, dan memiliki kepekaan pastoral yang kuat. Tonggak sejarah besar terjadi pada 4 Juli 1961, ketika Denpasar resmi ditingkatkan dari Prefektur Apostolik menjadi Keuskupan, dan Paulus Sani Kleden terpilih sebagai Uskup Pertama Keuskupan Denpasar.

la saat itu baru berusia 37 tahun, menjadikannya salah satu uskup termuda di Indonesia pada masanya.

Tahbisan uskup berlangsung pada, 3 Oktober 1961 di Palasari, Bali, dengan Uskup Agung Gabriel Wilhelmus Manek, S.V.D. sebagai Uskup Konsekrator utama, didampingi oleh dua tokoh besar Gereja Timur Indonesia: Mgr. Antonius Hubertus Thijssen, S.V.D. (Larantuka) dan
Mgr. Theodorus van den Tillaart, S.V.D. (Atambua). Peristiwa ini bukan sekadar seremoni gerejawi, melainkan penegasan arah baru Gereja Katolik di Bali.

Sebagai gembala, Mgr. Sani Kleden
memilih Singaraja sebagai tempat
tinggal awalnya sebelum akhirnya
memindahkan istana keuskupan ke
Jalan Rambutan No. 27 Denpasar  pada akhir 1967.

la memiliki visi kuat tentang Gereja yang inklusif dan partisipatif, dengan menekankan kerja sama antara kaum awam dan hierarki sebagai satu tim pelayanan.

Di tingkat nasional dan internasional, perannya tidak kalah signifikan. la tercatat sebagai Bapa Konsili Vatikan II (1962-1965) dan mengikuti keempat sesi Konsili secara utuh, sebuah keikutsertaan yang menunjukkan kepercayaan besar Vatikan terhadap kapasitas intelektual dan pastoralnya.

Spirit pembaruan Konsili ini kemudian ia terjemahkan secara konkret dalam kehidupan Gereja lokal di Bali.

Mgr. Sani Kleden juga aktif sebagai Uskup Penahbis Pendamping bagi sejumlah tokoh Gereja besar Indonesia, antara lain:
Mgr. Paternus Geise, O.F.M. (Bogor) -
1962
Mgr. Justinus Darmojuwono
(Semarang) - 1964
Mgr. Gregorius Manteiro, S.V.D.
(Kupang) - 1967
Mgr. Leo Soekoto, S.J. (Djakarta) –
1970 -

Tak hanya itu, ia turut berperan dalam
pendirian PMKRI Cabang Denpasar
Sanctus Paulus pada 10 Oktober
1963, menegaskan perhatiannya
pada kaderisasi kaum muda Katolik
dan peran intelektual awam dalam
kehidupan berbangsa.

Sayangnya, masa pelayanannya
harus berakhir terlalu cepat. Pada
17 November 1972, Mgr. Paulus Sani
Kleden wafat di Jakarta dalam usia 48
tahun, saat sedang menghadiri sidang
Majelis Agung Wali Gereja Indonesia
(MAWI).

la sempat dimakamkan di Jakarta sebelum akhirnya dipindahkan ke Tempat Pemakaman Palasari, Jembrana, Bali - tanah yang menjadi
saksi pengabdiannya sebagai gembala.

Meski singkat, jejak pelayanannya
tetap hidup: dalam struktur Gereja
Denpasar, dalam kader awam yang ia
dorong, dan dalam semangat Gereja
yang terbuka terhadap dialog budaya
serta zaman. Ia bukan hanya seorang serta zaman. Ia bukan hanya seorang uskup, tetapi seorang visioner yang melampaui masanya. sumber: wikipedia


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terha

| Minggu, 30 Agustus 2026
KISRUH UMRAH JOMBANG! Travel Bantah Keras Tuduhan, Sebut Tiket Sudah Disiapkan

PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan: tiket telah disiapkan, pihak travel telah berada di bandara, dan perusahaan meny

| Minggu, 30 Agustus 2026
Bupati Lembata Serahkan SK Kepala Sekolah dan Guru, Tegaskan Jabatan Bukan Akhir Pengabdian

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Akhiri Ketidakpastian Pengukuran Tanah, BPN Lembata Luncurkan Sistem FIFO Terjadwal

Pengukuran bidang tanah, yang menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan data pertanahan, kini dikelola berda

| Jumat, 28 Agustus 2026
Bantuan Nelayan & Pangan Diserahkan, Bupati Lembata Buka Konektivitas dan Pariwisata Baru di Kedang

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen stabilitas pangan dan

| Kamis, 27 Agustus 2026
DPW SULSEL ELANG MAS Baramakassar Desak Polda Jambi: Jangan Ada Lagi Kekerasan terhadap Jurnalis

Ketua Komunitas Media Online Baramakassar sekaligus Humas JAMIRA, Arfah Amiruddin (Bara Makassar), meminta aparat kepoli

| Kamis, 27 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10