Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polres Lembata Siaga Hadapi Mudik di Tengah Bayang-bayang Gejolak Global

Apel ini menjadi penanda dimulainya operasi pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Indonesiasurya
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:06:59 WIB
Foto

Lewoleba  – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang turut menekan stabilitas ekonomi nasional, Kepolisian Resor Lembata menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di lapangan upacara Mapolres Lembata, Kamis, 12 Maret 2026. 

Apel ini menjadi penanda dimulainya operasi pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Apel dipimpin Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi yang membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta personel TNI-Polri dan perwakilan berbagai instansi terkait.

Dalam amanat tersebut, Kapolri menekankan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya negara menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika global yang semakin kompleks, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia dan potensi tekanan terhadap ekonomi nasional.

Kapolri mengingatkan bahwa situasi global saat ini mengalami eskalasi signifikan, mulai dari konflik Israel–Palestina hingga ketegangan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. 

Konflik tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur strategis, tetapi juga memicu gejolak harga energi dunia yang berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional. 

Jika kondisi ini berlanjut, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga komoditas, serta penurunan daya beli masyarakat menjadi risiko yang harus diantisipasi.

Dalam konteks itu, momentum Idul Fitri menjadi penting bagi stabilitas sosial dan ekonomi. 

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. 

Meski turun sekitar 1,75 persen dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut tetap menuntut kesiapan aparat dalam menjaga keamanan arus mudik, kelancaran transportasi, serta stabilitas pasokan bahan pokok dan energi.

Secara nasional, Polri mengerahkan 161.243 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026. 

Sebanyak 2.746 pos pengamanan dan pelayanan didirikan di berbagai titik strategis, terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.

Pengamanan difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Id, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, dan objek wisata.

Di tingkat daerah seperti Lembata, operasi ini tidak hanya menyasar pengaturan lalu lintas dan pengamanan tempat ibadah, tetapi juga potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, balap liar, premanisme, hingga konflik antar kelompok. 

Aparat juga diminta melakukan patroli rutin, mendata rumah kosong yang ditinggalkan pemudik, serta menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat.

Selain ancaman keamanan, faktor cuaca juga menjadi perhatian. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah selatan Indonesia, termasuk Nusa Tenggara, berpotensi mengalami cuaca berawan hingga hujan lebat selama periode mudik.

Karena itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi menjadi bagian dari agenda pengamanan Lebaran tahun ini.

Kapolri dalam amanatnya menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi pada soliditas lintas sektor. 

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, lembaga transportasi, hingga relawan masyarakat dinilai menjadi kunci agar perayaan Idul Fitri dapat berlangsung aman dan lancar.

“Mudik Aman, Keluarga Bahagia bukan sekadar slogan, tetapi target yang harus diwujudkan bersama,” ujar Kapolres Lembata saat menutup apel dengan membacakan pesan Kapolri kepada seluruh personel pengamanan.

Bagi daerah kepulauan seperti Lembata yang bergantung pada konektivitas laut dan udara, keberhasilan operasi ini akan sangat menentukan kelancaran mobilitas warga selama musim mudik, sekaligus menjadi ujian bagi koordinasi antar instansi di daerah yang infrastrukturnya masih terbatas. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Usai Pencangan Sensus Ekonomi, Petugas BPS Langsung Terjun Lapangan

Para tugas Sensus Ekonomi (SE) yang diterjunkan ke lapangan bertugas untuk mengumpulkan data akurat mengenai berbagai ke

| Senin, 15 Juni 2026
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, BPS Harap Masyarakat Berikan Data Yang Benar

Leonard Lalang mengatakan, Sensus ini bertujuan menyediakan data dasar yang akurat dan komprehensif mengenai seluruh keg

| Senin, 15 Juni 2026
Terapkan Irigasi Tetes, Desa Bean di Lembata Dijadikan Model Pertanian Efisien

Sistem ini sangat efisien. Selain mampu menghemat penggunaan air secara signifikan, irigasi tetes juga menjaga kelembapa

| Minggu, 14 Juni 2026
Mundur Setelah Sampaikan LKPJ, Petrus Gero Diganti Alexander Atawolo Jadi Ketua DPD II Golkar Lembata

Kami bicara bukan tentang kompetisi tapi tentang kerja, untuk membesarkan Golkar. Kami bicara tentang persaudaraan, buka

| Minggu, 14 Juni 2026
GMNI Sikka Tolak Pembangunan Fila Dan Galangan Kapal Di Wair Terang Maumere

GMNI melalui Iko Gobang menilai sosialisasi pada, Senin 13 Juni 2026 terkait, Edukasi Usaha Dan Atau / Kegiatan Pemban

| Sabtu, 13 Juni 2026
Albertus Greg Tan, Orang Muda Yang Bantu Bangun 215 Gereja Seluruh Indonesia

Ini tentang keikhlasan berbagi, Greg telah menjadi contoh yang baik bagi semua kita" ujar Ciku.

| Minggu, 14 Juni 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8