Lembata - Lebaran Tahun 2026, 1 Syawal 1447 Hijriah bagi Lukman Laba Anggota DPRD Lembata partai kebangkitan Nusantara (PKN) sarat makna.
Lukman mengatakan, Idul Fitri, hari kemenangan jiwa setelah sebulan penuh mensucikan diri di bulan Ramadhan
"Idul Fitri adalah pernyataan kembali kepada fitrah dimana, integritas sebagai politisi dalam memperjuangkan kepentingan publik yang fitrah " ungkap Lukman.
Idul Fitri bagi politisi merupakan momen krusial untuk rekonsiliasi, dan merajut kembali silaturahmi setelah kontestasi atau ketegangan politik. Melalui tradisi halalbihalal dan ucapan maaf, politisi mesti mampu memanfaatkan hari kemenangan ini untuk menurunkan tensi, meredam konflik, dan memperkuat persatuan
Idul Fitri bukan sekadar perayaan berakhirnya puasa. Ia adalah momen instrospeksi kembali kepada kesucian, kepada al-fitrah, yang oleh Rasulullah SAW disabdakan sebagai kondisi asal manusia yang bersih dari dosa dan noda ungkap Lukman.
Ia menjelaskan bahwa setelah sebulan penuh berpuasa, menahan nafsu, memperbanyak ibadah, dan mengasah kepekaan sosial, seorang Muslim diharapkan keluar sebagai pribadi yang lebih murni, lebih adil, dan lebih bertakwa.
Sebagai orang, yang mendapat mandat perutusan sebagai wakil rakyat, secara pribadi, kami dituntut untuk hadir dalam kondisi fitrah: bebas dari kepentingan, bebas dari tekanan, dan bebas dari nafsu materi karena, puasa telah mengajarkan menahan diri maka kami dituntut, menahan diri dari segala sesuatu yang dapat mencemari kemurnian perjuangannya, termasuk suap, gratifikasi, dan intervensi dari pihak manapun.
Lukman mengatakan, Idul Fitri juga mengajarkan tawadhu’ dan kerendahan hati.
Dalam dunia politik, kerendahan hati seorang anggota dewan terwujud dalam kesadaran bahwa ia bukan penguasa sebab kekuasaan sesuguhnya hanya milik Allah SWT.
Anggota dewan adalah manusia yang diberi amanah untuk memperjuangkan kepentingan umum melalui proses yang jujur, cermat, dan bermartabat.
Idul Fitri pun merupakan momentum maaf-memaafkan, hal ini bukan berarti toleransi terhadap kesalahan, sebab dalam ruang politik selalu ada trik dan intrik. Maaf-memaafkan di sini adalah pengingat bahwa setiap perjuangan politik adalah baik sepanjang untuk kepentingan umum, karenanya semua aspirasi yang diamanatkan harus dilaksanakan dengan martabat, adil tanpa saling menghina.
Anggota DPRD Lembata daerah pemilihan tiga melingkupi kecamatan Omesuri dan Buyasuri dari desa Mahal ini mendapat banyak doa dan dukungan.
Lukman didoakan agar umur panjang, tetap sehat hingga akhir Masa jabatan dan selalu tawadhu atau rendah hati dalam melaksanakan amanat Rakyat khususnya masyarakat Kedang yang telah memilihnya menjadi anggota DPRD Lembata.(Red)