Lembata - Kapal Phinsi milik Pemda Lembata yang pengadaannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Transportasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) senilai Rp Rp.Rp.2.508.056.000,00 (dua milyar Lima ratus delapan juta lima puluh enam ribu) dan telah makan korban dua ASN itu kini tenggelam.
Untuk diketahui Kapal ini pengadaan pada tahun, 2019 dengan sistem tender. Kapal ini kemudian mulai dibangun pada Juli 2019 di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pengadaan kapal Rayat Pinisi Aku Lembata ini dengan tiga (3) orang pengguna anggaran dimana yang terhitung menjabat sejak periode 5 Juli 2019 – 10 Januari 2020 yakni pengguna anggaranya Paskalis Ola Tapobali , lanjut pada, tanggal 11 Januari 2020 sampai 11 Maret 2021 pengguna anggaranya Petrus Bote dan selanjutnya pada bulan April tahun 2021 – Desember 2022 itu pengguna anggaran El mandiri.
Kapal yang kemudian jadi masalah dan makan korban dua ASN Pemda Lembata itu kini tinggal cerita sebagian badan kapal tengelam.
Informasi dihimpun media ini, tenggelamnya kapan phinisi aku Lembata disebabkan ketiadaan anggaran pemeliharaan sehingga kapal bermasalah yang kropos dimakan usia itu tenggelam **