Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gerakan Sarina - GMNI Sikka Desak Direktorat Jenderal Pajak Evaluasi PPN Pembalut : Pembalut Bukan Barang Mewah

Wakil Gerakan Sarinah GMNI Sikka, Maria Imelda Wati, S.Pd., menegaskan bahwa pembalut adalah kebutuhan sanitasi dasar, bukan barang mewah yang dapat ditunda pembeliannya.

Indonesiasurya
Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:48:16 WIB
Maria Imelda Wati, S.Pd.Wakil Gerakan Sarinah GMNI Sikka

MAUMERE  — Gerakan Sarinah Divisi Perempuan GMNI Sikka menyuarakan keprihatinan terhadap pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% untuk produk pembalut yang masih berlaku saat ini.

Wakil Gerakan Sarinah GMNI Sikka, Maria Imelda Wati, S.Pd., menegaskan bahwa pembalut adalah kebutuhan sanitasi dasar, bukan barang mewah yang dapat ditunda pembeliannya.

“Menstruasi bukanlah sebuah pilihan; pembalut bukan barang mewah!” ujar Maria Imelda Wati dalam pernyataan persnya pada Kamis (29‑10‑2026).

Ia menjelaskan bahwa persoalan pengenaan PPN ini bukan hanya masalah perpajakan semata, melainkan berkaitan dengan keadilan sosial, kesehatan reproduksi, dan daya beli perempuan khususnya dari keluarga berpenghasilan rendah, pelajar, serta pekerja sektor informal.

Berdasarkan informasi hingga saat ini pembalut masih dikenakan PPN 11% tanpa pengecualian. Pemerintah berdalih bahwa aturan tersebut mengikuti sistem perpajakan umum, namun menurut GMNI Sikka dampak kebijakan ini terasa berat bagi kelompok rentan.

Di beberapa daerah di Kabupaten Sikka dan wilayah NTT secara umum, biaya rutin pembelian pembalut sering kali membuat perempuan harus memilih antara membeli produk kebersihan atau memenuhi kebutuhan pokok lain seperti pangan dan sekolah anak.

Kondisi ini disebut sebagai kemiskinan menstruasi yang berdampak pada kesehatan, kebersihan diri, serta partisipasi perempuan di lingkungan sosial dan pendidikan.

Gerakan Sarinah‑GMNI Sikka mengajukan sejumlah tuntutan kepada Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak, yaitu mengevaluasi kebijakan PPN pembalut, mengkaji kemungkinan pengurangan atau pengecualian pajak bagi produk sanitasi menstruasi esensial, mendorong keterjangkauan harga, memperluas penyediaan pembalut di sekolah dan ruang publik, serta membuka ruang dialog dengan kelompok perempuan dan pelajar.

“Pemerintah tidak boleh hanya melihat ini dari sisi penerimaan negara saja. Jika berbicara keadilan sosial, kebutuhan dasar perempuan juga harus diperhatikan dalam kebijakan publik,” tegas Maria Imelda Wati.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktorat Jenderal Pajak belum dikonfirmasi terkait usulan evaluasi tersebut.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Jaringan Air Bersih Bukit Kneping‑Lewokoba Diresmikan, Warga Atakore Bersyukur

Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, S.Fil., mengajak seluruh warga dan enam kepala desa

| Kamis, 29 Oktober 2026
Manfaat MBG di Kabupaten Flores Timur dan Lembata Tidak Merata, Warga Tuntut Keadilan Negara.

“Masyarakat menuntut keadilan negara. Negara jangan menjadi tuli dan tidak mendengar suara dari desa‑desa,” ujar V

| Kamis, 29 Oktober 2026
Bimtek STEM untuk Guru PAUD Lembata Dibuka, Manfaatkan Alam Lokal untuk Pembelajaran Menyenangkan

kepala dinas pendidikan Wensalus Ose menyampaikan bahwa masa usia dini adalah masa pertumbuhan pesat anak dari sisi kogn

| Kamis, 29 Oktober 2026
Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengala

| Rabu, 28 Oktober 2026
PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangk

| Rabu, 28 Oktober 2026
Orang Tua Siswa Ungkap Kekhawatiran atas Kualitas MBG di SMPK Sint Gabriel

Suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak berubah tegang ketika sembilan siswa harus dilarikan ke Klinik Susteran Tab

| Rabu, 28 Oktober 2026
Semarakkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, MKKS SMP Atadei Gelar PORSSENI 2026

Sekretaris MKKS SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan PORSSENI bukan sekadar ajang kompetisi rutin

| Selasa, 27 Oktober 2026
GMNI Sikka Luncurkan Kajian Kritis: APBD Sikka 2026 Alat Birokrasi, Bukan Kesejahteraan Rakyat

Komposisi PAD juga dinilai timpang — didominasi retribusi dan pajak yang membebani masyarakat, sementara pengelolaan k

| Selasa, 27 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11