Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Manfaat MBG di Kabupaten Flores Timur dan Lembata Tidak Merata, Warga Tuntut Keadilan Negara.

“Masyarakat menuntut keadilan negara. Negara jangan menjadi tuli dan tidak mendengar suara dari desa‑desa,” ujar Viktor usai kegiatan reses.

Indonesiasurya
Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:27:53 WIB
Viktor Mado Watun anggota DPRD provinsi NTT

LEWOLEBA, INDONESIASURYA.COM — Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PDI‑ Perjuangan, Viktor Mado Watun, menyuarakan keluhan masyarakat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan dua tahun di wilayah Kabupaten Flores Timur dan Lembata, namun manfaatnya belum merata hingga ke desa‑desa terpencil.

Menurut Viktor, total alokasi anggaran MBG untuk NTT mencapai Rp. 8 triliun, namun hingga saat ini baru terserap kurang lebih Rp. 4 triliun. Masyarakat merasa kecewa karena sejumlah wilayah termasuk kawasan perkotaan di kedua kabupaten belum terlayani. Sebutlah  sekolah di kelurahan pante besar kota Larantuka ibu kota kabupaten Flores Timur pun belum terjangkau MBG.

Mado Watun menegaskan ika sekolah di wilayah perkotaan saja belum terlayani secara baik, bagimana dengan sekolah yang berada di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) di kabupaten Flores Timur serta Lembata? Tentunya mereka belum merasakan manfaat program tersebut.

“Masyarakat menuntut keadilan negara. Negara jangan menjadi tuli dan tidak mendengar suara dari desa‑desa,” ujar Viktor usai kegiatan reses.

Ia menilai salah satu kelemahan sistem adalah badan gizi dan pengelola program yang hanya berpusat di Jakarta, tanpa perwakilan di tingkat provinsi maupun kabupaten, sehingga masyarakat bingung harus mengajukan keluhan ke mana.

Viktor menambahkan negara harus adil kepada masyarakat. Jika ada sekolah yang belum dapat manfaat MBG mestinya ada kompenisasi kepada mereka. Tapi kalau anggaran yang tidak dapat diserap dengan baik, dikembalikan ke pusat tentu akan sangat tidak adil. Negara mesti miliki skema atau solusi lain sehingga bagi sekolah yang belum menerimanfaat mbg juga mendapat keadilan.

“Kita bisa mempertimbangkan kompensasi seperti program sekolah gratis atau bantuan tunai kepada orang tua yang belum mendapat program MBG. Atau dikelola melalui kantin desa yang dikelola kader setempat agar keadilan benar‑benar terasa,” Viktor Mado Watun.

Ia juga mengakui keterbatasan pihaknya dalam mendorong perubahan, mengingat fraksi yang diwakilinya memiliki jumlah kursi yang relatif kecil. Meski begitu, pihaknya terus menyuarakan agar pemerintah pusat tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga memperbaiki sistem penyaluran agar bantuan dapat sampai ke masyarakat yang paling membutuhkan, terutama di daerah terpencil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola program MBG terkait keluhan dan usulan tersebut.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bimtek STEM untuk Guru PAUD Lembata Dibuka, Manfaatkan Alam Lokal untuk Pembelajaran Menyenangkan

kepala dinas pendidikan Wensalus Ose menyampaikan bahwa masa usia dini adalah masa pertumbuhan pesat anak dari sisi kogn

| Kamis, 29 Oktober 2026
Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengala

| Rabu, 28 Oktober 2026
PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangk

| Rabu, 28 Oktober 2026
Orang Tua Siswa Ungkap Kekhawatiran atas Kualitas MBG di SMPK Sint Gabriel

Suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak berubah tegang ketika sembilan siswa harus dilarikan ke Klinik Susteran Tab

| Rabu, 28 Oktober 2026
Semarakkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, MKKS SMP Atadei Gelar PORSSENI 2026

Sekretaris MKKS SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan PORSSENI bukan sekadar ajang kompetisi rutin

| Selasa, 27 Oktober 2026
GMNI Sikka Luncurkan Kajian Kritis: APBD Sikka 2026 Alat Birokrasi, Bukan Kesejahteraan Rakyat

Komposisi PAD juga dinilai timpang — didominasi retribusi dan pajak yang membebani masyarakat, sementara pengelolaan k

| Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Lembata Perjuangkan Perluasan Akses Listrik Desa dalam Rakor Pemerintah se-NTT

Bupati Kanis Tuaq menegaskan, koordinasi lintas pemerintah diperlukan agar usulan program listrik pedesaan dapat diselar

| Selasa, 27 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 15