Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Refund Tiket Day-3 Festival Haifest Di Kupang

Penulis ; PUDENTIA ARE EMBU NIM : 43123086 PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

Indonesiasurya
Senin, 27 Oktober 2025 | 11:09:17 WIB
Ilustrasi

Festival Haifest di Kupang menghadapi kendala yang membuat beberapa pertunjukan pada hari ketiga terganggu dan menjadi masalah sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan penonton.

Peristiwa ini memicu berbagai opini di masyarakat, mulai dari kritik tajam hingga dukungan moral untuk penyelenggara.

• Penyelenggara dianggap kurang profesional
Dari sudut pandang konsumen, pembatalan atau gangguan pada festival adalah kegagalan total. Penonton membeli tiket dengan harga yang lumayan dengan harapan bisa menikmati seluruh rangkaian acara, termasuk hari terakhir namun gangguan yang terjadi membuat mereka merasa dirugikan, baik secara finansial maupun waktu.
•Minimnya komunikasi:
Pengumuman terkait perubahan acara yang tidak jelas dan terkesan mendadak membuat penonton mungkin bingung dan kesal. Beberapa penonton mungkin sudah mempunyai harapan dan ekspektasi yang tinggi bahwa mungkin idola mereka akan tampil di hari ketiga namun dikecewakan begitu saja .

•Pengelolaan acara yang tidak matang:
Masalah teknis, kekurangan dana (penjualan tiket tidak memenuhi target), atau kendala lainnya yang mendasari masalah ini menunjukkan adanya perencanaan yang kurang matang. Hal ini mencoreng nama baik penyelenggara dan memberikan kesan bahwa mereka tidak profesional.

•Kepercayaan yang hilang:
Kekecewaan ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap penyelenggara dan juga citra festival serupa di Kupang. Kedepannya, masyarakat akan ragu untuk membeli tiket atau datang ke acara yang diselenggarakan oleh pihak yang sama.

•Pembelajaran bagi semua pihak
Sebagian masyarakat mungkin mengambil sikap yang lebih empatik, melihat peristiwa ini sebagai sebuah pembelajaran yang berharga, tidak hanya untuk penyelenggara, tetapi juga untuk industri kreatif di Kupang secara keseluruhan.

•Tantangan industri kreatif di daerah: Mengadakan festival skala besar di daerah seperti Kupang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan di kota-kota besar. Dukungan dari masyarakat, ketersediaan dana, hingga kesiapan infrastruktur seringkali menjadi kendala. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mengembangkan industri kreatif di daerah membutuhkan proses dan dukungan yang lebih mendalam

•Memanajemen Krisis Sangat penting
Penyelenggara sudah meminta maaf dan menawarkan pengembalian dana parsial untuk tiket hari ketiga. Tindakan ini, meskipun tidak bisa sepenuhnya menghapus kekecewaan, menunjukkan adanya tanggung jawab dan usaha untuk memperbaiki keadaan. Proses ini bisa menjadi pelajaran berharga dalam manajemen krisis.

Seharusnya Penyelenggara perlu lebih transparan dalam setiap prosesnya, mulai dari penjualan tiket hingga kendala yang terjadi. Edukasi kepada publik mengenai risiko dan tantangan dalam menyelenggarakan festival juga bisa membantu membangun pemahaman yang lebih baik.

Kegagalan festival Haifest di Kupang pada hari ketiga adalah sebuah peristiwa yang kompleks, yang menimbulkan berbagai opini dari masyarakat. Di satu sisi, ada kekecewaan besar terhadap profesionalisme penyelenggara. Namun di sisi lain, peristiwa ini juga bisa menjadi cermin dan pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam industri kreatif di daerah. Penting bagi penyelenggara untuk menanggapi kritik ini dengan bijak, mengambil langkah-langkah perbaikan yang konkret, dan berkomunikasi dengan lebih efektif di masa depan untuk membangun kembali kepercayaan publik.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4