Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Aksi Salib Merah Viral, Ketua PP PMKRI Yohanes Tola: Ini Lahir dari Ketulusan dan Kepedulian Sosial

Simbol Salib Merah ini hadir sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kondisi bangsa hari ini yang sedang diuji oleh krisis multidimensi yang memicu keresahan mendalam di kalangan masyarakat bawah

Indonesiasurya
Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:06:29 WIB
Foto

JAKARTA, 28 OKTOBER 2026—  Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) periode 2026-2028, dibawah pimpinan Ketua Presidium, Yonas Tola, memprakarsai lahirnya gerakan spiritual dan sosial bertajuk "Salib Merah" dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 yang digelar di bundaran HI.


Simbol Salib Merah ini hadir sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kondisi bangsa hari ini yang sedang diuji oleh krisis multidimensi yang memicu keresahan mendalam di kalangan masyarakat bawah, terutama akibat himpitan ekonomi yang kian berat, daya beli masyarakat terus merosot tajam, defisit lapangan kerja layak, kemorosotan hukum, korupsi serta  oleh berbagi persoalan kemanusiaan dan lingkungan.


Dalam aksi tersebut, para pengurus dan kader PMKRI memikul sebatang kayu salib besar berwarna merah darah. Salib merah dipanggul secara bergantian sebagai simbol perlawanan non-kekerasan (non-violent resistance), sekaligus perlambang pengorbanan, penderitaan, dan jeritan air mata rakyat miskin serta kaum tertindas dari pelosok negeri.


Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Periode 2026–2028, Yohanes Tola menegaskan bahwa aksi Salib Merah PMKRI ini bukan sekadar teatrikal jalanan, melainkan manifestasi iman dan tanggung jawab moral-intelektual kader Katolik di tengah situasi krisis bangsa.


"Kayu salib ini berat, namun beratnya kayu salib tidak seberapa dibanding beban hidup rakyat kecil hari ini. Ketika hukum bertukar rupa menjadi komoditas dan etika bernegara dilucuti, PMKRI memilih jalan perlawanan non-kekerasan, sebagaimana keteladanan Kristus yang berani memikul penderitaan demi meruntuhkan tembok ketidakadilan," ujar Yohanes Tola.


Yohanes menambahkan bahwa nilai ajaran sosial Gereja Katolik (Gaudium et Spes) mengamanatkan bahwa duka dan kecemasan masyarakat miskin adalah duka dan kecemasan murid-murid Kristus. Oleh karena itu, PMKRI menolak untuk tinggal diam melihat martabat manusia diinjak-injak atas nama pembangunan yang tidak berkeadilan.


Sementara itu, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI, Natael Bremana, menyoroti keterdesakan moral yang melatarbelakangi aksi Salib Merah ini. Ia juga mengajak seluruh cabang PMKRI di berbagai seantero Nusantara untuk bersama-sama menggemakan nuansa Salip Merah. Menurutnya, simbol Salip Merah PMKRI ini bukan sekadar lambang, melainkan bentuk pengorbanan, cinta kasih, dan ketulusan untuk hadir bagi sesama yang sedang terluka dan membutuhkan uluran tangan.


 "Salib Merah ini murni lahir dari ketulusan dan kepedulian sosial. Ini bukanlah gerakan politik partisan, ini adalah bahasa nurani kami sebagai kader PMKRI untuk berjuang dan terlibat pada yang tertindas oleh kebijakan negara," ungkap Natanael.


Melalui nuansa Salip Merah, PP PMKRI berharap setiap DPC PMKRI di daerah dapat merangkul masyarakat setempat dengan kelembutan dan kesederhanaan. Gerakan ini menjadi pengingat bahwa di atas segalanya, persaudaraan dan kemanusiaan adalah hal terindah yang harus terus dijaga bersama.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

KM Lawit Menabrak Dermaga Pelabuhan Ipi Ende, Operasional Dihentikan Sementara

Hingga saat ini belum ada rincian resmi terkait kerusakan kapal atau dermaga, serta jadwal pemulihan layanan untuk rute

| Jumat, 30 Oktober 2026
Jaringan Air Bersih Bukit Kneping‑Lewokoba Diresmikan, Warga Atakore Bersyukur

Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, S.Fil., mengajak seluruh warga dan enam kepala desa

| Kamis, 29 Oktober 2026
Manfaat MBG di Kabupaten Flores Timur dan Lembata Tidak Merata, Warga Tuntut Keadilan Negara.

“Masyarakat menuntut keadilan negara. Negara jangan menjadi tuli dan tidak mendengar suara dari desa‑desa,” ujar V

| Kamis, 29 Oktober 2026
Bimtek STEM untuk Guru PAUD Lembata Dibuka, Manfaatkan Alam Lokal untuk Pembelajaran Menyenangkan

kepala dinas pendidikan Wensalus Ose menyampaikan bahwa masa usia dini adalah masa pertumbuhan pesat anak dari sisi kogn

| Kamis, 29 Oktober 2026
Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengala

| Rabu, 28 Oktober 2026
PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangk

| Rabu, 28 Oktober 2026
Orang Tua Siswa Ungkap Kekhawatiran atas Kualitas MBG di SMPK Sint Gabriel

Suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak berubah tegang ketika sembilan siswa harus dilarikan ke Klinik Susteran Tab

| Rabu, 28 Oktober 2026
Semarakkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, MKKS SMP Atadei Gelar PORSSENI 2026

Sekretaris MKKS SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan PORSSENI bukan sekadar ajang kompetisi rutin

| Selasa, 27 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 19