Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pasar Murah Pemkot Kupang sebagai Instrumen Penting Menjaga Stabilitas Ekonomi Warga Jelang Nataru

Penulis ; Inosensius Diki Langga Njanji Prodi: Ilmu komunikasi Nim: 43123093

Indonesiasurya
Senin, 08 Desember 2025 | 14:46:50 WIB
Foto

Indonesiasurya.com || Kupang, NTT -- Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah menghadirkan Pasar Murah melalui Disperindag merupakan bentuk intervensi strategis yang patut diapresiasi, terutama ketika potensi kenaikan harga selalu menjadi ancaman musiman yang dapat membebani masyarakat kecil.

Pelaksanaan Pasar Murah di beberapa titik strategis seperti Fatululi, Kecamatan Alak, dan halaman Kantor Camat Oebobo menunjukkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah padat penduduk. Komoditas penting seperti beras, minyak goreng, telur, dan gula dijual dengan harga subsidi, sehingga memberikan akses nyata bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa dihantui lonjakan harga yang tidak wajar.

Pernyataan Pj. Wakil Wali Kota, Serena C. Francis, bahwa stok kebutuhan pokok aman hingga Januari 2026 menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan distributor lokal. Kolaborasi ini adalah kunci untuk memastikan tidak ada spekulan yang memanfaatkan momentum Nataru untuk menaikkan harga secara sepihak. Dengan demikian, Pasar Murah tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi mekanisme kontrol harga yang sangat efektif.

Kebijakan pembatasan pembelian, seperti maksimal 5 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per kepala keluarga, juga menjadi langkah cerdas agar program subsidi ini tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan manfaatnya dirasakan oleh sebanyak mungkin warga, bukan hanya segelintir oknum yang mencoba membeli dalam jumlah besar untuk keuntungan pribadi.

Dengan target menjangkau lebih dari 5.000 kepala keluarga, jelas bahwa Pemkot Kupang sedang berupaya melindungi ketahanan ekonomi rumah tangga. Apalagi, perbedaan harga yang cukup signifikan – seperti beras medium Rp 12.000/kg dibanding harga pasar Rp 13.500/kg – memberikan keuntungan langsung bagi masyarakat.

Oleh karena itu, kehadiran Pasar Murah ini harus dipahami sebagai langkah strategis, bukan sekadar agenda tahunan. Pemerintah sedang memastikan bahwa inflasi dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Kini tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan program ini secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, dan menghindari panic buying.

Secara keseluruhan, Pasar Murah jelang Nataru adalah bukti bahwa Pemkot Kupang tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan ekonomi musiman. Ini adalah kebijakan yang berpihak pada rakyat, dan patut menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kestabilan harga dan keberlanjutan ekonomi keluarga.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

KKO FC Kirim Surat Tegas ke ASKAB Lembata : Minta Sanksi Untuk Hidup FC dan Hentikan Jadwal Lanjutan

Berdasarkan MCM Pasal 8 Ayat 8, Kode Disiplin PSSI 2023 Pasal 28 Ayat 1 & 2, serta Pasal 58 tentang sikap tidak sportif/

| Rabu, 21 Oktober 2026
KISRUH LIGA II PSSI LEMBATA: KKO FC LAYANGKAN PENGADUAN, ASKAB DINILAI TIDAK PROFESIONAL

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat m

| Rabu, 21 Oktober 2026
Ahmad Yohan: Politik Indah Jika Kita Bersama, Jangan Biarkan Syahwat Politik Rusak Pembangunan Lembata

Ahmad Yohan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan kepentingan politik sesaat menghambat kemajuan daer

| Selasa, 20 Oktober 2026
Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Lembata Resmi Digelar, Ahmad Yohan Hadir Langsung

Rakerda ini menjadi wadah penting bagi PAN Lembata untuk memperkuat soliditas organisasi, mengevaluasi program kerja yan

| Selasa, 20 Oktober 2026
Enam Unit Motor Terbakar di Depan SPBU Balauring Lembata, Polisi Masih Dalami Pelaku dan Motifnya

Sebagian besar motor tersebut sengaja ditinggal pemiliknya di sekitar SPBU karena digunakan untuk antri bahan bakar miny

| Selasa, 20 Oktober 2026
Warga Alap Atadei Lembata Hilang di Laut, Pencarian Masih Berlangsung

Warga melakukan pencarian dan menemukan sampan milik korban dalam keadaan kosong. Peralatan memancing masih ada di dalam

| Selasa, 20 Oktober 2026
Keuskupan Agung Ende Gugat Penetapan Flores Sebagai Pulau Panas Bumi

Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Integritas Keuskupan Agung Ende, Tigor Naingolang, menjelaskan ketiga kebijakan in

| Senin, 19 Oktober 2026
PERPAMSI NTT Dorong Advokasi dan Kemitraan untuk Memperkuat BUMD Air Minum

Dalam pemaparannya bertajuk “Advokasi dan Kemitraan untuk Memperkuat BUMD Air Minum di NTT”, Olahara menyampaikan ra

| Sabtu, 17 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 18