Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Hingar Bingar yang Merampas Senyap: Ketika Pesta Tak Kenal Waktu

Penulis : Selsilia Yuventris Oresti NIM : 43123004 Mahasiswa Semester 5 Program Studi Ilmu Komunikasi, UNWIRA

Indonesiasurya
Rabu, 10 Desember 2025 | 10:14:55 WIB
Foto

Indonesiasurya.com || Kupang - Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal karena keindahan alam, budaya, dan keramahannya. Namun, di tengah pesona itu, kebiasaan menggelar pesta dengan musik keras hingga fajar menyingsing (cungkil matahari) telah menjadi pedang bermata dua.

Apa yang seharusnya menjadi ekspresi kegembiraan, kini seringkali berubah menjadi teror kebisingan yang merampas hak dasar masyarakat: hak untuk beristirahat dengan tenang.

Tradisi Berbenturan dengan Kebutuhan Modern
Tidak dapat dipungkiri, musik dan pesta adalah bagian integral dari kehidupan sosial di NTT. Mulai dari pernikahan, komuni suci pertama, syukuran keluarga, pesta ulang tahun, hingga sekedar kumpul-kumpul, semuanya dirayakan dengan meriah dan ramai.
Namun, masalahnya muncul ketika rasa toleransi yang besar ini dipakai berlebihan, sampai-sampai mengganggu dan tidak menghargai orang lain yang butuh ketenangan.

Musik keras yang terus berlanjut sampai dini hari (jam 3 atau jam 4 pagi) sangat merusak kesehatan karena mengacaukan waktu tidur. Akibatnya orang yang merasa terganggu menjadi gampang stress, susah fokus, bahkan beresiko sakit jantung.

Korban utamanya adalah anak sekolah yang harus bangun pagi, para pekerja, ibu yang punya bayi, dan orang yang sudah lanjut usia, karena mereka semua terpaksa mendengar pesta itu. Padahal, ada aturannya, tapi hukum sering kali tidak tegas karena banyak yang beranggapan "ini tradisi" atau "hanya sebentar." Akhirnya, warga yang terganggu takut melapor karena khawatir dicap tidak toleran.

Menemukan Titik Temu: Pesta Beretika
Kita tidak perlu mematikan semangat pesta masyarakat di NTT. Namun, yang kita butuhkan adalah etika berpesta yang menghormati sesama.

Kegembiraan tidak harus dicapai dengan mengorbankan ketenangan tetangga. Pemerintah daerah dan aparat keamanan perlu bertindak tegas, bukan hanya mengeluarkan himbauan.
Batas waktu pukul 22.00 atau maksimal 23.00 WITA harus ditaati secara disiplin, kecuali untuk acara adat besar yang telah mendapatkan izin dan notifikasi khusus.

Mari kita jaga agar kegembiraan sekelompok orang tidak berubah menjadi penderitaan bagi masyarakat luas. NTT harus tetap meriah, tetapi kemeriahan itu harus dibungkus dengan sikap saling menghargai. Sudah saatnya kita menukar "Hingar Bingar Sampai Pagi" menjadi "Pesta yang Bahagia dan Beretika."


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Total Luas Lahan Terbakar di Lembata Capai 2.372,24 Hektare hingga September 2026

Pemantauan titik panas perlu diikuti dengan pemeriksaan langsung di lokasi. Upaya pencegahan dan penanganan harus meliba

| Kamis, 22 Oktober 2026
KPH Lembata: Karhutla 2026 Diproyeksikan Lebih Luas, Ini Penyebabnya

Sebagian besar pemicu kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia. Namun penyebab pasti setiap titik api tetap harus di

| Kamis, 22 Oktober 2026
KKO FC Kirim Surat Tegas ke ASKAB Lembata : Minta Sanksi Untuk Hidup FC dan Hentikan Jadwal Lanjutan

Berdasarkan MCM Pasal 8 Ayat 8, Kode Disiplin PSSI 2023 Pasal 28 Ayat 1 & 2, serta Pasal 58 tentang sikap tidak sportif/

| Rabu, 21 Oktober 2026
KISRUH LIGA II PSSI LEMBATA: KKO FC LAYANGKAN PENGADUAN, ASKAB DINILAI TIDAK PROFESIONAL

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat m

| Rabu, 21 Oktober 2026
Ahmad Yohan: Politik Indah Jika Kita Bersama, Jangan Biarkan Syahwat Politik Rusak Pembangunan Lembata

Ahmad Yohan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan kepentingan politik sesaat menghambat kemajuan daer

| Selasa, 20 Oktober 2026
Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Lembata Resmi Digelar, Ahmad Yohan Hadir Langsung

Rakerda ini menjadi wadah penting bagi PAN Lembata untuk memperkuat soliditas organisasi, mengevaluasi program kerja yan

| Selasa, 20 Oktober 2026
Enam Unit Motor Terbakar di Depan SPBU Balauring Lembata, Polisi Masih Dalami Pelaku dan Motifnya

Sebagian besar motor tersebut sengaja ditinggal pemiliknya di sekitar SPBU karena digunakan untuk antri bahan bakar miny

| Selasa, 20 Oktober 2026
Warga Alap Atadei Lembata Hilang di Laut, Pencarian Masih Berlangsung

Warga melakukan pencarian dan menemukan sampan milik korban dalam keadaan kosong. Peralatan memancing masih ada di dalam

| Selasa, 20 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 19