Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Memotret Pendidikan di NTT

Penulis ; Bonefasius Junedi Demu Prodi:Ilmu Komunikasi Nim:43123096

Indonesiasurya
Senin, 20 Oktober 2025 | 16:31:50 WIB
Foto

Pendidikan seharusnya menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik ,tetapi bagi banyak anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) pendidikan justru menjadi kemewahan yang sulit dijangkau.

Di tengah gencarnya semangat pemerataan pendidikan di indonesa, NTT masih bergulat dengan persoalan mendasar seperti keterbatasan akses, kurangnya tenaga pengajar dan minimnya fasilitas sekolah.

Salah satu tantangan utama adalah letak geografis NTT yang terdiri dari pulau - pulau kecil yang tersebar dan dipisahkan lautan.

Akses ke sekolah di beberapa daerah hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama berjam-jam,menyeberangi sungai ,atau mendaki bukit. Dan Kondisi ini membuat banyak anak tidak mampu melanjutkan sekolah.

Selain itu,keterbatasan tenaga pengajar
juga menjadi masalah serius.Banyak sekolah hanya memiliki satu atau dua guru
untuk menangani seluruh jenjang kelas. Belum lagi sebagian guru yang ditugaskan
tidak memiliki latar belakang pendidikan yang memadai atau  belum mengikuti pelatihan yang cukup.Hal ini tentu berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.

Fasilitas pendidikan di NTT  jauh dari kata layak.Masih banyak sekolah
yang beratap seng bocor,berdinding bambu,dan tampa meja,kursi yang cukup. Di
zaman digital ini,sebagian besar sekolah di NTT belum memiliki akses internet, bahkan listrik belum tersedia di beberapa wilayah.

Ketimpangan ini memperparah kesenjangan kualitas pendidikan antara NTT dan daerah lain di indonesa.

Namun ,bukan berarti tidak ada harapan .Anak-anak di NTT  dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi. Banyak dari mereka rela menempuh jarak jauh setiap hari demi mendapat ilmu .Mereka hanya butuh dukunga yang nyata,bukan hanya janji pembangunan, tapi tindakan konkret yang menyentuh kebutuhan di lapangan.

Pemerintah,lembaga pendidikan,dan masyarakat perlu bergandengan untuk mengatasi masalah ini. Diperlukan kebijakan yang berpihak pada daerah 3T (tertinggal,terdepan dan terluar), program pelatihan guru yang berkelanjutan, serta pembangunan infrastruktur pendidikan
yang merata. Pendidikan di NTT harus dilihat bukan sebagai beban, tetapi sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa.

Pendidikan adalah hak setiap anak, tidak peduli di mana mereka lahir. Saat anak-anak di NTT bias menikmati pendidikan yang layak, saat itu kita benar-benar bisa berkata bahwa pendidikan di indonesa telah merata dan adil


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terha

| Minggu, 30 Agustus 2026
KISRUH UMRAH JOMBANG! Travel Bantah Keras Tuduhan, Sebut Tiket Sudah Disiapkan

PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan: tiket telah disiapkan, pihak travel telah berada di bandara, dan perusahaan meny

| Minggu, 30 Agustus 2026
Bupati Lembata Serahkan SK Kepala Sekolah dan Guru, Tegaskan Jabatan Bukan Akhir Pengabdian

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Akhiri Ketidakpastian Pengukuran Tanah, BPN Lembata Luncurkan Sistem FIFO Terjadwal

Pengukuran bidang tanah, yang menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan data pertanahan, kini dikelola berda

| Jumat, 28 Agustus 2026
Bantuan Nelayan & Pangan Diserahkan, Bupati Lembata Buka Konektivitas dan Pariwisata Baru di Kedang

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen stabilitas pangan dan

| Kamis, 27 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6