Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pasien gagal rujuk ke Kupang, Kabid Pelayanan dan Direktur RSUD Lewoleba dinilai tidak mampu urus Manajemen. Polisi dan Jaksa diminta usut tuntas.

Kelurga pasien sangat kecewa karena, pasien batal dirujuk akibat manajemen malas mencari tiket bagi pasien dan tenaga kesehatan untuk dampingi pasien.

Indonesiasurya
Rabu, 26 Agustus 2026 | 01:01:51 WIB
Foto

Lewoleba - Buruk mental manajemen RSUD Lewoleba tampak jelas saat seorang pasien atas nama Dominika jole, warga kelurahan selandoro yang alami lakalantas tunggal dan saat ini sedang koma hendak di rujuk ke Kupang agar, mendapat perawatan lebih memadai batal berangkat dengan alasan tidak miliki tiket.

Kelurga pasien sangat kecewa karena, pasien batal dirujuk akibat manajemen malas mencari tiket bagi pasien dan tenaga kesehatan untuk  dampingi pasien.

Berkembang informasi bahwa, manajemen RSUD gagal dan lalai yang, berdampak pada pasien urgen yang mesti dirujuk batal berangkat karena alasan ketiadaan tiket padahal, keputusan dokter jaga untuk rujuk keluar sejak hari minggu, sehari setelah pasien  dibawa ke RSUD.

Apakah nyawa pasien dibiarkan terancam oleh buruknya manajemen RSUD? Keluarga berharap agar pemerintah daerah segera ambil langkah tegas kepada tenaga kesehatan yang diduga tidak becus dalam menjalankan tugas juga manajemen yang gagal merujuk pasien ke Kupang ibu kota provinsi NTT.

Keluarga berharap polisi dan jaksa bisa mengusut tuntas kelalaian ini agar persoalan ini menjadi terang benderang

Pasien atas nama Dominika Jole hingga kini masih berada di ruang ICU karena selain belum ada kapal yang berangkat ke Kupang juga belum pastinya tenaga medis yang siap berangkat untuk mendampingi.

Dominika jole merupakan pasien yang dirawat akibat mengalami kecelakaan tunggal lalu lintas di jalan lasitarda (22/8/2026) lalu.

Direktur RSUD, Yosep Paun hingga kini belum berhasil dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Demikian juga Kabid pelayanan RSUD belum berhasil dikonfirmasi media ini.

Sementara itu pengacara muda Yoan Lucano peuobuq.,S.H kepada media ini menjelaskan, kita duga keterlambatan pihak manajemen mendapatkan tiket  merupakan kelalaian manajemen RSUD lewoleba

Yoan Lucano menjelaskan, RS tentu tahu kondisi pasien yang kritis dan secara medis membutuhkan rujukan segera, tetapi kegagalan administrasi/koordinasi internal menyebabkan pasien kehilangan kesempatan untuk dirujuk, maka persoalannya menjadi serius.

Pengacara muda ini mengatakan, dalam UU Kesehatan diatur bahwa sistem rujukan pelayanan kesehatan perseorangan dilakukan berdasarkan kebutuhan medis pasien dan kemampuan pelayanan fasilitas kesehatan. UU tersebut juga mengatur pemanfaatan informasi untuk proses transfer data medis yang diperlukan dalam rujukan. atas kelalaian ini, pihak keluarga bisa menuntut  manajemen RSUD dan perawat tersebut ke jalur hukum ungkap Peuobuq.

"Kami minta agar pemerintah segera ambil langkah tegas, BAP tenaga kesehatan yang diduga tidak mau dampingi pasien untuk rujuk ke kupang maupun manajemen atas kelalaian yang fatal ini" tegas Yoan Lucano.

Sementara itu, Keluarga pasien mengatakan bahwa pihaknya sering di minta oleh petugas untuk antar resep, ambil obat, antar bahan laboratorium, dan ambil hasil laboratorium. Hal ini  sudah melanggar etika pelayanan  dalam hal keamanan, dan kerahasiaan  pasien. Yang seharusnya adalah
Semua pelayanan tersebut diatas WAJIB dilayani oleh petugas.

Terkait dengan rujukan pasien keluar daerah, maka yang mengurus administrasi berupa surat Tugas dan SPPD bagi pendamping rujukan, serta  Tiket Baik pasien, maupun pendamping rujukan (Perawat/Bidan) adalah pihak menejemen dalam hal ini Bidang pelayanan berkoordinasi dengan keuangan, bukan perawat ruangan, karena perawat ruangan atau petugas yang mendampingi pasien rujukan tugasnya adalah mempersiapkan pasien untuk rujuk. Sayangnya pihak menajemen tidak tahu Tugas dan fungsinya sendiri dan LALAI sehingga berakibat pada Pasien BATAL Rujuk.

Kekuatan Pasien juga keluhkan soal, tidak pernah mendapatkan penjelasan yang pasti dari pihak manajemen terkait dengan TIKET bagi pasien dan pendamping (Perawat), informasi yang disampaikan perawat ruangan terkait dengan rujukan (jadi atau tidak) juga berubah-ubah sehingga menimbulkan kecemasan bagi keluarga pasien.  Pihak manajemen rumah sakit memberikan penjelasan juga karena didesak oleh keluarga dan baru dijelaskan ketika kapal sudah akan berangkat.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Turun ke Jambi, Menhut Raja Antoni Cek Eksekusi Perintah Presiden Prabowo soal Karhutla

Menhut Raja Antoni mengatakan di bawah perintah Presiden Prabowo Subianto, pemerintah hadir di lapangan untuk masyarakat

| Selasa, 25 Agustus 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah minta emas 74 kg dan uang 500 juta dikembalikan.

Boyamin Saiman menegaskan jika ada permintaan agar barang yang disita penyidik berupa, 74 kilogram emas dan uang hampir

| Senin, 24 Agustus 2026
Perkuat Pelindungan PMI di Desa, Pengurus PPT Ikut Pelatihan Paralegal Tingkat Dasar

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) ini secara resmi dibuka Kepala Bidang Ketenaga

| Minggu, 23 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Padamkan api, selamatkan hutan, jaga rumah Bersama

Kami berdiri bersama masyarakat yang terdampak, para petugas pemadam, relawan, masyarakat adat dan seluruh pihak yang se

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Tambang Emas Belopa Diduga Bangkit Lagi! Perintah Prabowo Akan Diabaikan

Pertanyaan publik kini mengarah kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar segera turun melakukan pengecekan

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Tanggapi surat BPD Amakaka Ilepae, Yos Raya Kadis PMD Lembata sebut surat itu bersifat konsultatif.

Pemimpin adalah pelayan, anak, saudara kita yang berasal dari rahim Lewotana yang sama. Mari kita selesaikan masalah jik

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Mektris Kabelen, anak petani dari Lewokluok menuju dunia kerja luar negeri.

Mektris termasuk dalam 10 alumni SMK ANCOP Berasrama Likotuden Tahun Ajaran 2025/2026 yang secara resmi dilepas Bupati F

| Jumat, 21 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7